Kebakaran Permukiman Padat Penduduk di Inhutani Nunukan
Petugas Pemadam Kebakaran berusaha memadamkan api di permukiman padat penduduk di Inhutani Kelurahan Nunukan Utara Kabupaten Nunukan, Minggu malam (10/1)

Nunukan (BERANDATIMUR.COM) – Informasi yang dihimpun di lokasi kejadian kebakaran yang melanda permukiman padat penduduk di Kelurahan Nunukan Utara Kabupaten Nunukan, Kaltara berawal dari seseorang yang diduga kurang waras yang membakar sebuah rumah dekat dari Pelabuhan Inhutani.

Pantauan di lokasi kebakaran, api sempat menjalar ke arah selatan akibat angin kencang yang berhembus dari arah laut. Kebakaran yang menghanguskan sekira 40-an rumah lebih dari Pasar Malam hingga Pelabuhan Sungai Bolong Kelurahan Nunukan Utara. Api berhasil dipadamkan sekira pukul 19.39 Wita.

Api yang cepat menjalar karena rumah warga yang terbuat dari kayu yang berdempetan dihubungkan dengan jembatan kayu pula. Namun kesigapan petugas pemadam kebakaran dengan mengerahkan enam unit mobil dibantu warga setempat dan aparat kepolisian dan TNI berhasil memotong arah api yang mulai menjalar ke permukiman lainnya.

Aswar, saksi mata awal terjadinya kebakaran yang ditemui di lokasi kejadian, Minggu malam, 10 Januari 2020 menuturkan kejadian pertama kali sekira pukul 18.30 Wita. Dimana, awalnya api berasal dari salah satu rumah penjual pulsa telekomunikasi dekat di Pelabuhan Inhutani.

Kebakaran Paddat Penduduk di Inhutani Nunukan
Api berkobar membakar hangus rumah warga di Inhutani Keluraha Nunukan Utara Kabupaten Nunukan,, Minggu malam (10/1)

Menurut dia, kebakaran bermula dari seseorang yang diduga kurang waras yang membakar rumah penjual pulsa tersebut. “Saya dapat dinformasi ada orang gila yang melintas dan membakar rumah penjual pulsa itu dekat Pelabuhan Inhutani,” ujar Aswar.

Pria yang basah kuyup karena ikut berusaha membantu memadamkan api mengatakan rumah yang terbakar diperkirakan 40-an buah lebih mulai dari Pasar Malam hingga Sungai Bolong.

Serupa dengan Irfan, warga di lokasi kejadian mengaku mendapatkan informasi juga bahwa pertama kali terbakar adalah rumah penjual pulsa yang dilakukan oleh orang gila yang melintas pertama kali.

Hanya saja, kata dia, tidak melihat lagi orang gila tersebut keluar dari amukan api sehingga diperkirakan ikut terpanggang. “Katanya ada orang gila yang membakar rumah penjual pulsa itu. Tapi tidak ada orang itu keluar waktu api sudah besar,” ungkap Irfan.

Ratusan kepala keluarga (KK) yang bermukim di lokasi kebakaran dibantu aparat kepolisian dan TNI berusaha mengamankan harta bendanya karena permukiman tersebut hanya dihubungkan dengan jembatan kayu yang mudah terbakar. (***)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here