Flores Timur (BERANDATIMUR.COM) – Pemerintah Kabupaten Flores Timur NTT menemukan danau yang terbentuk pasca gempa dan tsunami pada 1992 yang dianggap berpotensi dapat dijadikan destinasi wisata.

Lokasi danau tersebut berada di Desa Lato Kecamatan Titehena dengan air yang jernih dan dalam prospek untuk kawasan wisata alam.

Bupati Flores Timur, Antonius Hebertus Gege Hadjon saat meninjau lokasi danau itu menyatakan, melihat kondisinya sangat tepat dijadikan destinasi wisata alam karena bentuknya masih alami. Lokasinya yang berada di lembah pengunungan yang cukup tinggi itu.

“Posisi danau yang terbentuk karena gempa dan tsunami tahun 1992 ini sangat cocok untuk dijadikan kawasan wisata alam,” jelas Anton Hadjon sapaan Bupati Flotim ini.

Danau Bentukan Gempa 1992 di Desa Lato Flotim
Bupati Flores Timur, Antonius Hebertus Gege Hadjon (baju kaos putih) saat meninjau danau temuan eks gempa daj tsunami 1992 di Desa Lato Kecamatan Titehena, Sabtu (11/1)

Namun dia ingatkan agar masyarakat tidak melakukan perubahan bentuk karena rencananya suasana dan situasi lingkungan sekitar danau ini akan dipertahankan.

“Jangan sampai ada yang ubah bentuk danau ini termasuk sekelilingnya. Karena lebih cocoknya lingkungannya dipertahankan seperti ini saja sisa kita tata saja,” ungkap Anton Hadjon.

Selain danau ini, Bupati Flores Timur juga akan mengembangkan kawasan pariwisata pantai yang terletak di Desa Lato juga. Panjang pantai dengan pasir putih ini diperkirakan mencapai satu kilo meter.

Nah, ke depannya kedua lokasi potensi wisata alam di Kecamatan Titehena ini akan dikembangkan oleh pemda setempat.

Harapannya dapat dimanfaatkan oleh masyarakat untuk berwisata sehingga memberikan kontribusi bagi pemerintah daerah. (*)

Penulis: Fransiskus Gerardus Molo
Editor: M Rusman

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here