Catatan Emas Kaltara. Siapa Makar Dibalik Baliho #2020GantiGubernurKaltara#

0
115

Oleh: Edy Masran

“Jika suarakan Ganti Gubernur Kaltara sebagai sudah dianggap tindakan makar, maka Irianto Lambrie juga telah melakukan makar, karena dia pernah menyatakan Isran Noor untuk mundur dari jabatannya sebagai Gubernur Kaltim”.

Ingat, warga Kaltara ingin ganti gubernur Kaltara itu pada tahun 2020 melalui kontestasi pilkada, sedangkan Irianto Lambrie menyatakan agar mundur saat Isran Noor masih baru menjabat Gubernur Kaltim.

Jadi siapa sesungguhnya pelaku makar Irianto Lambrie atau pemasang baliho “2020gantigubernurkaltara”?@EdyMASran

Pemasangan spanduk bertuliskan “2020GantiGubernurKaltara” di Kawasan Pelabuhan Kayan I Tanjung Selor tengah diselidiki oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kaltara. Pasalnya, beredarnya spanduk tersebut dianggap ada unsur makar.

Sebagaimana pemberitaan media online ini http://rakyatkaltara.prokal.co/read/news/17621-dianggap-ada-unsur-makar-cari-dalang-pemasang-spanduk-2020-ganti-gubernur.html

Disebutkan Kepala Bidang Trantib Satpol PP Kaltara, Aspian Noor mengakui, beberapa waktu lalu pihaknya telah mencopot sejumlah spanduk yang berada di Pelabuhan Kayan I, Tanjung Selor. Pihaknya juga mengamankan sejumlah baju dengan tulisan ‘2020GantiGubernurKaltara’.

Dengan logika yang sama mari kita simak pernyataan Irianton Lambrie yang juga melakukan “makar” terhadap Gubernur Kaltim Isran Noor.

Pemimpin mestinya merumuskan program strategis, konseptual dan konkret, memberi harapan dan optimisme terhadap masalah yang dihadapi rakyatnya.

Sebagai warga Kaltim, sangat prihatin dengan sosok pemimpin seperti ini. Jika perlu rakyat Kaltim menuntut agar Gubernur (Isran Noor) mengundurkan diri dari jabatannya.

• Irianto Lambrie
Gubernur Kaltara Tehegehege
Suka Kepo Ngurusin Kaltim

Sumber: http://diswaykaltim.com/2019/06/11/irianto-sindir-gubernur-isran-diminta-mundur/

Pertanyaannya apakah Satpol PP Kaltara berani menyelidiki dan menangkap Irianto Lambrie? Atau harus Satpol PP Kaltim yang menangkap Irianto Lambrie?

Kacau hukum di negeri ini jika orang yang harusnya menegakkan hukum tidak paham hukum.

Sesuai definisi makar dalam arti menggulingkan pemimpin yang sah itu berlaku untuk kepala negara bukan diperuntukkan bagi kepala daerah

Kepala daerah jika melanggar etika walau bukan melanggar hukum bisa di-impeachment, dimakzulkan atau diberhentikan alias dipecat.

Contohnya, Aceng Fikri Bupati Garut saat itu yang di-impeach karena ceraikan istri siri hanya lewat SMS. Atau kasus kepala daerah melakukan mesum suka sama suka yang beredar fotonya.

Secara hukum itu delik aduan, tanpa aduan itu tidak melanggar hukum tapi secara etika bisa di-impeach.

Apakah DPRD jika meng-impeach kepala daerah bisa dikategorikan makar? Tentu tidak bisa.

Jika kepala daerah melanggar misalnya etika atau megubah anggaran sepihak tanpa persetujuan DPRD, walau tidak ada unsur korupsi, DPRD bisa memakzulkan kepala daerah.

Dalam hal memakai kaos atau memasang spanduk #2020GantiGubernurKaltara di depan pelabuhan, itu hanya bisa dikategorikan memasang spanduk tanpa ijin di ruang publik.

Masalahnya yang mencopot itu Satpol PP Provinsi Kaltara itu kewenangannya atau bukan?

Dalam hal pemasangan spanduk itu kewenangan Satpol PP Kabupaten Bulungan, bukan urusan Satpol PP Provinsi Kaltara.

Satpol PP Kaltara juga tidak boleh seenaknya menyangkakan pemasangan spanduk itu sebagai tindakan makar. Persoalan makar itu bukan kewenangan Satpol PP, melainkan kewenangan intelijen dan aparat hukum.

Dari kasus ini jelas ada pelanggaran kewenangan yang dilakukan oleh SatpolPP Provinsi Kaltara yang sewenang-wenang menggunakan bahasa makar. Akibat ketidakpahamannya terhadap makna kata makar tersebut.

Ada baiknya DPRD Kaltara memanggil Satpol PP Kaltara untuk meluruskan hal ini. Jangan rakyat yang menyalurkan aspirasinya secara demokratis diintimidasi

Gubernur yang ketakutan diganti, menggunakan tangan Satpol PP yang dibawah kekuasaannya tapi dengan cara melanggar hukum.

Mari Berpikir Cerdas dengan Akal Sehat@EdyMASran 4.8.2019

#kaltara #kalimantanutara #PerubahanKaltara #GantiGubernurKaltara #KaltaraGubernurBaru

Penulis adalah Pemerhati Kemasyarakatan di Kabupaten Nunukan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here