Kasus SMP Muhammadiyah Nunukan
Bupati Nunukan Asmin Laura Hafid. Foto. Doc

Nunukan (BERANDATIMUR.COM) – Mempertanyakan kasus yang terjadi di SMP Muhammadiyah Nunukan Kalimantan Utara, Bupati Nunukan Asmin Laura Hafid mengaku akan mencari kebenarannya.

“Kami belum tahu kalau permasalahan seperti itu. Kami cari tahu dulu apa masalahnya,” kata Laura sapaan Bupati Nunukan usai mengikuti Pengambilan Sumpah/Janji Pimpinan DPRD Nunukan di Gedung DPRD Nunukan, Jumat, 4 Oktober 2019.

Sementara Sekretaris Pengurus Daerah (PD) Muhammadiyah Kabupaten Nunukan, Kaharuddin S.Sos pada kesempatan yang sama mengatakan, sekaitan dengan kasus pemberhentian salah seorang siswa di SMP Muhammadiyah Nunukan dalam waktu dekat ini akan ditindaklanjutinya.

Sebab, pasca adanya pemberitaan di media massa perihal kasus ini telah menjadi perbincangan di internal PD Muhammadiyah Nunukan.

“Dalam waktu dekat ini kami PD Muhamamdiyah Nunukan akan menggelar rapat internal dengan pihak sekolah. Permasalahan ini perlu diselesaikan dengan cepat,” tutur Kabag Organisasi Pemkab Nunukan ini.

Ia juga mempertanyakan kebenaran surat pemberhentian Muhammad Sulham yang viral di media sosial pasca pemberitaan di media massa.

Kaharuddin berpandangan, ketika permasalahan terjadi dalam lembaga pendidikan maka memang dibutuhkan sikap yang bijak.

“Jika memang bisa dibijaksanai kenapa tidak. Apalagi hanya soal siswa bersangkutan tidak mampu membayar uang infaq,” ujar dia.

Menurut dia, permasalahan yang sama kemungkinan dialami siswa lain karena ketidakmampuan orangtuanya. Oleh karena itu pihak sekolah berkewajiban menempuh langkah bijak dalam menyikapi hal semacam itu.

Bahkan dia bersedia membantu siswa bersangkutan jika tidak mampu melunasi pembayaran infaqnya.

Lebih penting menjadi perhatian bersama adalah pendidikan anak tersebut. Sebab sebentar lagi akan ujian nasional.

Kaharuddin menyatakan, adanya kasus ini telah menbuka mata dan menjadi bahan pelajaran dalam mengelola lembaga pendidikan.

Semoga tidak terulang lagi karena kasus semacam ini dinilainya dapat diselesaikan secara internal.

Siswa yang diberhentikan tersebut adalah anak dari Syamsul Bahri bernama Muhammad Sulham nomor induk siswa 0045777222 kelas IX A sesuai surat SMP Muhammadiyah Nunukan nomor: 094/INS/III.4.AU/A/X/2019 perihal pengembalian siswa kepada orangtua/wali.

Surat ini ditandatangani oleh Kepala SMP Muhammadiyah Nunukan Siti Hatijah SE tertanggal 2 Oktober 2019.

Alasan pihak sekolah ini memberhentikan Muhammad Sulham karena siswa bersangkutan telah melanggar tata tertib sekolah karena tidak pernah masuk belajar atau jarang masuk sekolah.

Lalu alasan lainnya adalah demi kemajuan dan perkembangan anak-anak kita ke depannya, semoga suasana belajar dan lingkungan barunya nanti dapat menjadi lebih baik.

Sebelum diterbitkan surat pemberhentian ini, SMP Muhammadiyah Nunukan telah mengeluarkan pengumuman bernada ancaman kepada siswa yang tidak melunasi biaya administrasi infak untuk Juli-September 2019.

Surat pemberhentain siswa SMP Muhammadiyah Nunukan
Surat Pemberhentian untuk siswa bernama Muhammad Sulham dari Kepsek SMP Muhammadiyah Nunukan gara-gara tidak bayar infak.

Surat bernada ancaman tersebut ditandatangani Wakil Bidang Kurikulum, Rismah SPd dan Kepala SMP Muhammadiyah Nunukan Siti Hatijah SE tertanggal 18 September 2019.

Surat ini berbunyi “Disampaikan seluruh siswa SMP Muhammadiyah Nunukan bahwa tidak akan diikutkan ulangan penilaian tengah semester (PTS) jika tidak melunasi administrasi (infak bulan Juli-September 2019)”.

Catatan: Kasus pemberhentian Muhammad Sulham oleh sekolahnya mendapat perhatian berbagai pihak.

Bahkan Pemerintah Kabupaten Nunukan dan  PD Muhammadiyah setempat segera  turun tangan menyelesaikannya.

Kasus ini, dapat dijadikan pelajaran dalam bertindak meskipun siswa siswi telah melakukan pelanggaran.

Setidaknya, perlu dipahami bahwa tujuan utama pendidikan adalah memanusiakan manusia menuju masyarakat yang cerdas. (***)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here