Banjir Kiriman Malaysia Landa Kecamatan Sembakung, Nunukan
Petugas dari TNI dan Polri menyambangi warga sekaligus membagikan bantuan. Foto: Sumber FB

Nunukan (BERANDATIMUR.COM) – Ribuan rumah warga terendam banjir kiriman dari negara tetangga Malaysia di Kecamatan Sembakung, Kabupaten Nunukan, Kaltara menyebabkan 5.682 jiwa yang terdampak.

Banjir “impor” ini berlangsung setiap tahun akibat Sungai Sembakung meluap apabila musim hujan di hulu Sungai Pansiangan di Sabah, Malaysia. Sungai Sembakung sebagai muara tentunya membuat rumah-rumah warga yang dekat dari sungai itu akan terendam.

Sehubungan dengan penanganan warga korban banjir dan rusaknya fasilitas umum serta pertanian dan perkebunan di kecamatan tersebut, maka Bupati Nunukan Hj Asmin Laura Hafid berjanji akan mengkoordinasikannya dengan Pemerintah di pusat berkaitan solusi penanganannya yang membutuhkan anggaran besar.

Pemkab Nunukan sendiri, akan berupaya merelokasi warga yang terdampak banjir di Kecamatan Sembakung ini ke tempat yang lebih layak dan aman dari “gempuran” banjir “impor” ini.

Pentingnya mengkoordinasikan dengan Pemerintah juga karena menyangkut dua negara yakni Kabupaten Nunukan (Indonesia) yang mengalami dampaknya dan Malaysia asal banjirnya.

“Kita sedang komunikasikan dengan Pemerintah Pusat karena butuh anggaran yang besar untuk penanganannya,” ujar Laura melalui pesan tertulisnya, Rabu, 20 Januari 2021.

Menurut dia, kondisi anggaran Pemkab Nunukan yanag sangat terbatas maka penanganan korban banjir dan kerusakan yang terjadi, memang sangat perlu untuk mengkomunikasikannya dengan Pemerintah di pusat.

“Melihat keadaan keuangan yang ada di Kabupaten Nunukan yang sangat terbatas maka tidak mungkin bisa membiayainya secara maksimal sehingga dipandang perlu bermohon ke pusat,” terang Laura.

Informasi yang diperoleh dari Ketua Kampung Siaga Bencana (KSB) Sembakung Abdullah menyebutkan sebanyak delapan desa dan 1.552 keluarga dan 5.682 jiwa yang terdampak banjir kiriman dari negara tetangga. (***)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here