Bupati Nunukan, Asmin Laura Hafid (kanan) dan Dirjen PSLB3 Kemen LHK, Rosa Vivien Ratnawati (kiri) di Kantor Kementerian LHK Jakarta, Selasa (7/5). Foto: Diskominfotik Nunukan

Jakarta (BERANDATIMUR.COM) – Bupati Nunukan Kalimantan Utara, Asmin Laura Hafid berkonsultasi di Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan tentang cara mengurangi tumpukan sampah dalam rangka program adipura.

Untuk mewujudkan program adipura dan penyusunan jakstrada Kabupaten Nunukan ini, Bupati Nunukan didampingi dr Rustam, Kadis Lingkungan Hidup Nunukan ini beraudensi dengan Dirjen Pengolahan Sampah Kementerian LHK, Rosa Vivien Ratnawati.

Audensi ini juga berkaitan dengan bantuan pengolahan sampah dan limbah di daerahnya bertempat di Gedung A Lantai 4 Kementerian Lingkungan Hidup Jalan DI Panjaitan Kebun Nanas Jakarta Timur pada Selasa (7/5) sekira pukul 15.30 wita.

“Silaturahmi ini merupakan koordinasi dan konsultasi program Adipura dan penyusunan Jakstrada Kab Nunukan. Intinya bahwa Kabupaten Nunukan sudah dalam progres yang baik untuk adipura,” ujar Laura sapaan Bupati Nunukan.

Bupati Nunukan, Asmin Laura Hafid (kedua kanan) didampingi Kadis LH Nunukan, dr Rustam Samsuddin (kanan) dan Dirjen PSLB3 Kementerian LHK, Rosa Vivien Ratnawati di Kantor Kementerian LHK di Jakarta, Selasa (7/5). Foto: Diskominfotik Nunukan

Namun demikian, ke depan fokus program adipura lebih ke arah upaya pengurangan sampah melalui berbagai kebijakan dan strategi. Seperti pembatasan penggunaan plastik sekali pakai, peningkatan program 3R, optimalisasi bank sampah, eco office, dan program pengurangan sampah lainnya.

Lebih lanjut kata dia, target pengurangan sampah sebesar 30 persen dari timbulan sampah bisa tercapai. Data terakhir timbulan sampah Kabupaten Nunukan diperkirakan mencapai 16 ribu ton lebih per tahun. Jika tidak dikurangi akan sangat membebani TPA.

“Pertemuan kali ini kami membahas beberapa hal terkait permasalahan sampah dan limbah. Ibu Dirjen sangat perhatian terhadap Kabupaten Nunukan dan bahkan berniat memberikan alat pengolah sampah organik menjadi gas untuk skala komunitas,” terang Laura.

Tujuan peralatan ini, agar bisa di manfaatkan untuk mengolah sampah sayur, menjadi gas. Selanjutnya gas bisa dimanfaatkan oleh warga,  ucap Laura.

Ia menuturkan, Kabupaten Nunukan sudah punya Perbup Nomor 44 Tahun 2018 tentang Jakstrada. Saat ini telah dilakukan updating data dan revisi Perbup Jakstrada.

Bupati Nunukan mengharapkan, kehadiran Dirjen PSLB3 pada saat peluncuran beberapa program yang diperkirakan berlangsung bulan Juni 2019 atau Juli 2019.

“Harapan saya agar bu Dirjen PSLB3 hadir saat launching beberapa program nantinya yang diperkirakan di bulan Juni sampai dengan Juli (2019).

Bahkan kata Laura, rencananya akan dibantu program Bio Digester, pengelolaan sampah organik menjadi bio gas. (***)

Editor : M Rusman
Sumber : Diskominfotik Nunukan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here