BPIP Ajak Masyarakat Perkuat Pengamalan Pancasila Selama Ramadan

Penguatan Pancasila Pada Bula Puasa
Staf Khusus Dewan Pengarah BPIP Dr Lia Kian

Jakarta (BERANDATIMUR) – Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) mengajak masyarakat khususnya umat muslim yang sedang menjalankan ibadah puasa Ramadhan 1442 Hijriyah untuk memperkuat pengamalan nilai-nilai Pancasila.

Staf Khusus Ketua Dewan Pengarah BPIP Dr Lia Kian, bulan puasa merupakan kesempatan untuk memperbaiki diri, seperti mendekatkan diri kepada Tuhan yang Maha Esa, saling menghormati sesama umat beragama.

Selain itu, melalui bulan suci Ramadan ini kita harus jujur pada diri sendiri dan Tuhan, bertanggung jawab kepada sesama manusia dan Tuhan, tunduk dan patuh akan kebesaran dan keagungan Tuhan, memahami nilai-nilai kemanusiaan, saling berbagi dan saling menolong sesama manusia.

“Saya meminjam pendapat Prof Hamka bahwa, Indonesia setelah merdeka nilai-nilai tauhid diletakkan ke dalam falsafah luhur yaitu Pancasila,” kata Lia Kian melalui siaran tertulis yang diterima pada Sabtu, 24 April 2021.

“Inilah religius bangsa sudah ada, untuk kemudian dijadikannya sebagai falsafah hidup”, sambung dia.

Lia Kian menambahkan Sila pertama Ketuhanan Yang Maha Esa merupakan urat tunggang daripada Pancasila dan inti paling pokok dari empat sila lainnya. Karena di dalam sila Ketuhanan yang Maha Esa terkandung ajaran tauhid.

“Dari tulisan Hamka tersebut tentu pada bulan Ramadhan ini semua warga negara terutama yang menjalankan puasa dapat mengambil saripati nilai-nilai ketuhanan tersebut”, ujarnya.

Ia bahkan menegaskan uraian Pancasila juga telah terkandung  dalam Al Qur’an dan perintah Allah SWT. Seperti sila pertama ada pada surah Al-Ikhlas ayat 1-4, sila kedua pada surah Al Hujarat ayat 13, sila ketiga pada surah AlHujarat ayat 10, sila keempat ada di Surah Al Imran ayat 159, dan sila kelima pada AlHujarat ayat 13.

“Contohnya pada surat Al-Hujarat yang menjelaskan sila ke dua dan ke lima yaitu, Hai manusia, sesungguhnya kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan perempuan dan menjadikan kami berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal dan sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling bertaqwa diantara kamu”, jelasnya. (***)

Editor: M Rusman

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here