Besok, Kepala Perbandaran Tawau Mau ke Seimenggaris. Apa agendanya?

Kunjungan Kepala Perbandaran Tawau ke Seimenggaris
Kabag Humas dan Protokol Pemkab Nunukan, Hasan Basri

Nunukan (BERANDATIMUR.COM) – Besok, Selasa, 14 Januari 2020 akan ada kunjungan dari Pemerintah dan Imigrasi Tawau Negeri Sabah Malaysia ke wilayah perbatasan Indonesia dengan Malaysia di Kecamatan Sei Menggaris Kabupaten Nunukan Kalimantan Utara.

Sesuai agendanya, kedatangan pejabat negara tetangga ini mau melihat langsung rencana lokasi pembangunan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) oleh Pemerintah Infonesia.

Kedatangan Imigrasi dan rombongan dari negeri jiran ini dibenarkan Kabag Humas dan Protokol Pemkab Nunukan, Hasan Basri di Nunukan, sekaitan dengan informasi yang diperoleh satu hari sebelumnya.

Ia jelaskan, kunjungan Imigrasi Tawau ini juga bersama Kepala Perbandaran Tawau dan sejumlah pejabat dari negara itu.

Maksud kedatangannya adalah, untuk melihat langsung rencana Pemerintah Pusat yang akan membangun PLBN di Kecamatan Seimenggaris.

Hasan mengutarakan, sesuai informasi ada tiga lokasi yang masuk perencanaan pembangunan PLBN di Kecamatan Seimenggaris yakni patok 408, patok 780 dan kilo meter 4.

“Ketiga-tiga titik ini rencananya akan didatangi pemerintah Tawau bersama rombongannya besok (Selasa),” beber dia di ruang kerjanya, Senin, 13 Januari 2020.

Sedangkan Pemerintah Kabupaten Nunukan sendiri akan diwakili Sekretaris Daerah Serfianus serta sejumlah petugas dari kepolisian dan TNI.

Hasan menyatakan, kunjungan Imigrasi dan Pemerintah Malaysia ini hanya sekadar melihat-lihat saja sehingga dipastikan tidak ada pejabat di Pemerintah Indonesia yang hadir.

“Kunjungan Imigrasi dan Pemerintah Tawau ini hanya sekadar melihat-lihat saja ketiga titik rencana pembangunan PLBN ini. Jadi tidak ada pejabat dari pusat yang hadir,” sebut Hasan.

Rencananya, Pemerintah dan Imigrasi Tawau akan tiba di lokasi di Kecamatan Seimenggaris pada Selasa (14/1) sekira pukul 12.00 waktu setempat.

Hasan juga mengatakan, ada rencana juga dilakukan dialog antara Pemkab Nunukan dengan Pemerintah Tawau selaku daerah berbatasan.

“Kemungkinan akan ada dialog antara Pemerintah Tawau dengan Nunukan sebagai daerah berbatasan sekaitan dengan rencana pembangunan PLBN ini juga,” kata Hasan.

Namun dia perkirakan tidak pembicaraan khusus sekaitan dengan rencana pembangunan PLBN tersebut karena pengambil keputusan adalah pemerintah pusat masing-masing negara.

Hanya saja kemungkinan pemerintah kedua daerah berbatasan menginginkan atau mengharapkan satu lokasi yang tepat bagi kedua daerah berbatasan.

Sebelumnya, Kepala Desa Sekaduyan Taka Kecamatan Seimenggaris, Putra Jaya pernah mengutarakan haraapannya agar PLBN dibangun di patok 408 perbatasan Indonesia-Malaysia.

Alasannya, di patok ini telah dihuni puluhan rumah warga baik di wilayah Indonesia maupun Malaysia.

Selain itu, kata Putra, pada patok 408 memang telah menjadi jalur perlintasan ilegal dari kedua negara. Oleh karena itu, jalur ini sangat tepat untuk dibanguni pos perbatasan.

Bahkan Kades Sekaduyan Taka ini memprediksi jika PLBN dibangun pada lokasi lain bakal tidak efektif karena perlintasan orang tetap menggunakan jalur lama di patok 408 tersebut.

Nah, sesuai tujuan utama dibangunnya PLBN adalah mengantisipasi atau menghindari terjadinya perlintasan ilegal baik orang maupun barang.

Menurut Putra, jalur pada patok 408 ini juga sangat dekat dengan perkampungan warga di Serudung Kalabakan Sabah Malaysia. (***)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here