Flores Timur (BERANDATIMUR.COM) – Warga pada dua dusun di Desa Sinar Hading Gala Kecamatan Tanjung Bunga Flores Timur NTT terpaksa menggali jalanan beraspal untuk membendung air guna menghalangi banjir yang mengancam kampungnya.

Kedua dusun yang dimaksudkan adalah Dusun 3 Belega Toki Wato dan Dusun 4 Wuring Jagamada.

Warga kedua dusun ini menggali jalanan beraspal dengan memotong berbentuk selokan selebar satu meter dengan kedalaman sekira 80 centi meter.

Penggalian ini dikakukan secara bergotong royong. Namun kesannya penggalian jalanan ini sebagai bentuk protes lantaran terdampak banjir setiap musim hujan.

Informasi yang dihimpun, penggalian itu untuk persiapan pembuatan duekker (penyangga) yang masih menggunakan kayu. Harapan warga pada kedua dusun itu untuk mengalihkan jalur banjir yang menuju kampungnya selama ini.

Pantauan BERANDATIMUR.COM di lokasi, sejumlah warga mengeruk dan membelah badan jalan yang menghubungkan beberapa desa sehingga jalan penghubung pun putus serta lalu lintas dialihkan ke jalur lain.

Sejumlah warga saat ditemui di lokasi mengakui bertahun-tahun rumahnya dilanda banjir sejak jalan tersebut dibuka. Berbagai upaya telah dilakukan guna mengantisipasi banjir namun tidak ada solusi.

Walburga Jina, warga Dusun 3 Belega Toki Wato mengakui sejak jalan tersebut dibuka, banjir kerap menerjang permukiman di dusunnya hingga ketinggian satu meter.

Banjir tersebut sangat meresahkan warga setempat. Sebelumnya, pernah diterapkan solusi dengan mesin penyedot air tetapi tidak mampu menyelesaikan persoalan.

“Sudah bertahun-tahun pak, sejak jalan ini dibuka banjir sering melanda lokasi kami. Mungkin bangunan jalan yang tidak bagus sehingga setiap kali hujan, banjir sering masuk ke dalam rumah kami. Mudah-mudahan segera ada jalan keluarnya,” kata Walburga, Senin, 13 Januari 2020.

Warga lainnya bernama Lodovikus Lado Lian, sangat berharap adanya bantuan pemerintah agar segera mengatasi kejadian ini. Sebab, setiap kali hujan, warga selalu diresahkan  dengan kondisi banjir tersebut.

“Kami sangat berharap pemerintah segera membantu kami. Setiap kali hujan kami tidur tidak tenang. Banjir selalu masuk ke rumah kami, karena badan jalan yang agak rendah sehingga air mudah masuk ke sini. Sehingga kami dengan swadaya sendiri menggali dan membelah badan jalan ini untuk mencegah banjir masuk ke kampung ini”, tutur Lodovikus.

Warga, lanjut Lodovikus, berharap pemerintah daerah bisa melihat kondisi ini dan segera menyelesaikan persoalannya. (*)

Penulis: Fransiskus Gerardus Molo
Editor: M Rusman

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here