Penemuan Drone Laut Diduga Milik China di PUlau Bonerate, Selayar
Drone laut diduga milik China ditemukan nelayan Kabupaten Selayar diamankan di Koramil 1415-03 Passimaranu, Selayar. (Foto: Sumber Media Selayar)

Jakarta (BERANDATIMUR.COM) – Benda berbentuk pesawat terpedo yang ditemukan oleh nelayan di perairan Pulau Bonerate, Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulsel pada 26 Desember 2020 sempat heboh diberitakan media massa akhir-akhir ini hingga menimbulkan beragam tanggapan dan menjadi perhatian publik.

Ternyata benda bersayap dan ditengarai memiliki kamera ini bukan drone tetapi Underwater Sea Glider, kata Kepala Staf TNI AL, Laksamana TNI Yudo Margono dikutip dari kumparan pada Senin, 4 Januari 2021.

Alat ini diduga milik negara China ini adalah alat untuk mengecek kedalaman laut dan mencari informasi di bawah laut.

“Alat ini disebut Underwater Sea Glider,” kata Yudo Margono dalam konferensi pers di Pushidrosal, Ancol, Jakarta Utara, Senin (4/1).

Yudo menjelaskan, Underwater Sea Glider merupakan alat untuk mengumpulkan data-data yang ada di bawah permukaan laut seperti kedalaman, arus, hingga adanya plankton di satu titik.

“Data yang dikumpulkan dari Underwater Sea Glider, ini dari oksigen untuk mengetahui kadar oksigen di bawah laut, batimetri ini untuk keperluan industri, accoustic recording ini untuk merekam keberadaan ikan dan hewan bawah laut ini seperti lumba-lumba, ini bisa juga untuk kegiatan industri perikanan, di mana di situ kalau banyak plankton di sini banyak ikan, sehingga bisa mengarahkan kapal-kapalnya,” jelas Yudo.

KSAL menambahkan secara teknis alat ini bisa diluncurkan dari sebuah kapal. Alat ini kemudian bergerak di bawah permukaan, lalu akan timbul tenggelam. Saat tenggelam, ia akan mengambil data-data batimetri, atau data terkait kedalaman laut.

Alat ini bisa beroperasi selama 2 tahun di lautan, ujar Yudo. Namun, TNI AL belum memeriksa data yang sudah diambil oleh Underwater Sea Glider di Selayar ini karena belum membongkarnya.

Yudo juga mengaku belum bisa memastikan pemilik alat ini karena tidak ada tulisan di badannya sehingga masih akan diteliti di Pushidrosal sambil dikoordinasikan dengan Kemristek dan BPPT.

“Alat tersebut saya tidak bisa menentukan milik siapa, karena tulisan di luarnya tidak ada sehingga nanti akan kita teliti lebih dalam di Pushidrosal, dan kita koordinasikan dengan Kemristek dan BPPT. Sehingga kita bisa meneliti lebih dalam alat tersebut,” pungkas Yudo. (***)

Editor: M Rusman

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here