Pengunduran Diri Pengurus Hanura Tarakan Utara
Puluhan Pengurus PAC Partai Hanura se Tarakan Utara mengundurkan diri karena kecewa terhadap pengurus tingkat KOta Tarakan, Selasa (17/11)

Tarakan (BERANDATIMUR.COM) – Pengurus Partai Hanura se Kecamatan Tarakan Utara mengundurkan diri karena banyak hal, salah satunya karena perbedaan pilihan pada pemilihan Gubernur-Wakil Gubernur Kaltara pada pilkada serentak 2020 ini.

KPengunduran diri secara massal ini terjadi pada Selasa, 17 Nopember 2020 sekaligus menyatakan sikap mendukung paslon Gubernur-Wakil Gubernur Kaltara nomor urut 3 Drs H Zainal A Paliwang, SH, M.Hum-Dr Yansen TP, M.Si pada pilgub 2020.

Wakil Ketua 1 PAC Hanura Tarakan Utara, Milkias menuturkan PAC Partai Hanura Tarakan Utara mengundurkan diri tidak hanya disebabkan oleh perbedaan pilihan paslon, namun terdapat kekecewaan terhadap Partai Hanura yang telah menumpuk.

Ia mengaku selama ini PAC Tarakan Utara tidak pernah mendapatkan perhatian dan kontribusi dari Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Hanura Tarakan.

“Kami memang dari awal tidak betah lagi di PAC Hanura Tarakan Utara. Banyak hal yang sangat kami kecewa dengan DPC Hanura Tarakan, karena sejak berdirinya di sini, kami seperti anak tiri, tidak ada kontribusi sama sekali untuk PAC Tarakan Utara,” ujar Milkias.

“Dari pribadi saya, mulai dari pemilihan walikota Tarakan dan pemilihan lainnya kami sangat kecewa. Dengan adanya ini kami berharap bisa diterima tim ZIYAP untuk memenangkan ZIYAP,” tambah dia.

Sekadar informasi, dari 38 pengurus PAC Tarakan Utara sebanyak 32 orang di antaranya telah menyatakan dan mendeklarasi mengundurkan diri dari Partai Hanura beserta tiga ranting yang berjumlah 50 orang.

“Sebelum mendeklarasikan mundur dari Hanura, kami sudah bekerja melakukan pendataan, saya juga merupakan anggota relawan ZIYAP, sebelum menyatakan mundur dari PAC saya sudah bekerja untuk ZIYAP,” jelas Milkias.

Selain itu, Ketua PAC Partai Hanura Tarakan Utara juga menambahkan, kekecewaan yang dialami PAC Tarakan Utara sebenarnya bisa terobati jika partai menyatukan suara untuk mendukung paslon Zainal-Yansen seperti sebelumnya.

“Namun jika Hanura mendukung ZIYAP, rasa kekecewaan dari pilkada yang sebelumnya pasti bisa terobati, saat ini kami sudah tidak memiliki partai dan masih belum mengambil sikap apakah akan ke partai lain,” tutupnya.(adv)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here