– Dokter Erlina: Untuk Mengetahui Penyebabnya Masih Menunggu Hasil Laboratorium

Nunukan (BERANDATIMUR.COM) – Bayi yang bernama MH Myzan baru berusia enam bulan menderita penyakit kulit aneh yang dinamakan Staphylococcal Scalded Skin Syndrome atau S4.

Saat ini sedang menjalani perawatan di RSUD Nunukan Kalimantan Utara dengan penanganan intensif tim dokter spesialis.

MH Myzan anak pertama dari pasangan Nurul Qomar (ayah) asal Madura dan ibu bernama Finki Kurnia dari Bacari Kabupaten Bulukumba Sulawesi Selatan telah muncul gejalanya penyakitnya sejak tiga bulan lalu.

Nurul Qomar, ayah dari bayi ini menceritakan awal mula anaknya mengalami gejala penyakit yang menyebabkan kulitnya terkelupas.

Ia menuturkan, pada mulanya bayinya tumbuh benjolan yang berair pada ketiak. Namun pada saat itu hanya diberikan pengobatan seadanya.

Bayi MH Myzan penderita penyakit kulit aneh
Ibu bayi MH Myzan, Finki Kurnia mendampingi anaknya dalam perawatan intensif tim dokter RSUD Nunukan, Rabu (6/11)

Lama kelamaan, benjolan yang sama muncul pada lipatan-lipatan tubuh bayi tersebut sehingga menimbulkan kekhawatiran sehingga berobat di Puskesmas Sanur Kecamatan Tulin Onsoi Kabupaten Nunukan, terang Qomar di RSUD Nunukan, Rabu, 6 Nopember 2019.

Namun penanganan medis yang diperoleh bayinya tak kunjung membaik sehingga sempat di rawat jalan di RSUD Malinau.

Qomar kembali mengingat rentetan perjalanan penyakit yang dialami anak sulungnya bahwa tak lama kemudian kulit bayinya mulai memerah dimana bekas benjolan berair awalnya merata di sekujur tubuh hingga ke wajahnya dimana tampak mengelupas.

Akhirnya membawa ke RSUD Nunukan sejak dua hari lalu dan mendapatkan penanganan serius dari tim dokter spesial kulit dan anak.

Selama mendapatkan perawatan tim dokter RSUD Nunukan, kondisi kulit bayi ini mulai membaik dimana kulitnya tidak terkelupas lagi dan bahkan mulai menghalus.

Salah seorang dokter yang menangani bayi ini adalah dr Erlina Sp.KK yang ditemui di RSUD Nunukan, Rabu menyatakan, telah melakukan langkah-langkah medis terhadap bayi tersebut sehingga kulitnya mulai membaik.

Namun dia ingatkan, perlunya antisipasi agar penyakit yang belum diketahui penyebabnya secara pasti ini tidak kambuh lagi.

Sesuai hasil diagnosa yang dilakukannya, kata Erlina, masih menunggu hasil laboratorium untuk mengetahui penyebab penyakit yang dialami bayi MH Myzan ini.

Ia menerangkan, penyebab penyakit semacam ini dapat disebabkan oleh makanan dan minuman yang dikonsumsi ibunya. Ditambah kondisi cuaca juga dapat diduga sebagai biangnya.

Tetapi penyebabnya yang pasti, akan diketahui setelah ada hasil laboratorium, kata dokter spesial kulit dan kelamin ini.

Sementara dr Soleh, SpA menjelaskan, sesuai keterangan dari ibu bayi ini sejal lahir memberikan asupan makanan ASI eksklusif. Oleh karena itu, perlu diagnosa lebih dalam lagi untuk mengetahui penyebab penyakitnya.

Ia pun mengimbau agar selama perawatan tidak mengalami pengaruh virus secara eksternal dari orang lain.

Walaupun penyakit bayi ini bukan kategori penyakit menular tetapi kondisi kulitnya masih sangat rentan.

Bayi MH Myzan penderita penyakit kulit aneh
AKP Alyadi dari Polres Nunukan menyerahkan santunan kepada Nurul Qomar ayah bayi penderita penyakit aneh di RSUD Nunukan, Rabu (6/11)

– Keprihatinan Polres Nunukan Dengan Memberikan Santuan

Akibat penyakit yang diderita bayi MH Myzan menyebabkan banyak pihak yang prihatin dengan menggalang dana.

Salah satunya dari aparat Kepolisian Resor Nunukan yang memberikan santunan berupa uang tunai buat biaya pengobatan di RSUD Nunukan.

Kapolres Nunukan AKBP Teguh Triwantoro melalui Kasubag Humas Iptu M Karyadi di Nunukan, Rabu menyatakan, santunan yang diberikan langsung kepada ayah bayi ini sebagai bentuk empati.

“Santunan ini sebagai bentuk empati Polres Nunukan kepada bayi ini yang menderita penyakit Staphylococcal Scalded Skin Syndrome,” ujar dia.

Kedua orangtua bayi Jalan Jalak Rt 09 Desa Makmur Kecamatan Tulin Onsoi Kabupaten Nunukan dengan pekerjaan sehari-hari sebagai tukang servis elektronik.

Santuan tersebut diserahkan langsung di RSUD Nunukan oleh AKP Alyadi dan diterima Nurul Qomar (ayah) disaksikan dokter yang menangani pengobatan bayi tersebut. (***)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here