EASSCOM
Foto Doc

Sabah (BERANDATIMUR.COM) –  Pasukan tentara Malaysia baku tembak dengan kelompok tak dikenal di Perairan Lahad Datu Negeri Sabah. Dua orang tak dikenal ditemukan tewas.

Siaran pers Pasukan Keselamatan Khas Sabah Eastern Sabah Security Command (EASSCOM) menyatakan telah terjadi baku tembak di Perairan Felda Sahabat Lahad Datu Malaysia pada 3 September 2019 sekira pukul 23.00 waktu setempat.

Melalui Komandan EASSCOM Sabah, DCP Dato Hazani bin Ghazali, Kamis menyebutkan, kejadian baku tempat ketika digelar patroli malam di perairan Lahad Datu.

Patroli yang digelar tersebut oleh EASSCOM, Polisi Daerah Lahad Datu dan Pasukan Polis Marin tiba-tiba menemukan dua kapal cepat yang mencurigakan.

Ketika diberikan isyarat lampu tiba-tiba dari kedua kapal cepat tersebut melepaskan tembakan ke arah pasukan patroli Malaysia.

Hazani mengungkapkan, tembakan tersebut dibalas oleh pasukan patroli akhirnya satu buah kapal cepat melarikan diri ke perairan Filipina.

Pada saat itu dilakukan pemeriksaan di lokasi kejadian, ditemukan dua mayat satu kapal cepat yang diduga anggota Kelompok Bersenjata Abu Sayyaf asal Filipina Selatan.

Baca juga : Diduga Kasus Tabung Gas Malaysia Diisi Sabu-sabu Penyebab Kelangkaan Elpiji di Nunukan

Baca juga : WNI di Sabah Trauma Melaut Akibat Maraknya Penculikan

Baca juga : Ini Identitas TKI Korban Penculikan di Sabah

“Satu mayat ditemukan terapung dan satu mayat lagi ditemukan di atas boat (kapal cepat),” ujar Hazani.

Kedua mayat yang ditemukan tanpa kartu identitas dibawa ke Pangkalan Pasukan Keselamatan dengan usia diperkirakan 30-40 tahun.

Sampai saat ini kewarganegaraan kedua mayat ini belum diketahui. Pasukan patroli Malaysia juga menemukan satu pucuk senjata laras panjang, dua butir peluru, satu butir selonsong.

Sebelumnya, 1 September 2019 Konsulat Jenderal RI di Kota Kinabalu Sabah memperingatkan warga negara Indonesia yang bekerja di negara itu menghindari lokasi sasaran operasi Kelompok Abu Sayyaf asal Filipina Selatan tersebut.

Tiga Kelompok Abu Sayyaf bergerak ke wilayah Malaysia sejak 30 Agustus 2019 dengan sasaran Bakongan, Bahala, Sandakan, Mamiang, Tambisan dan Taganak.

Kemudian sasaran penculikan kelompok bersenjata ini adalah kapal tanker, kapal batubara, nelayan kapal lengkong dan kapal udang. (***)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here