Aliansi Masyarakat Kaltara Minta Legislator DS Klarifikasi Postingannya di Medsos

Nunukan (BERANDATIMUR) – Pada H-9 Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriyah atau hari ke-21 bulan suci Ramadhan berlangsung sebuah aksi damai yang mengatasnamakan dari Aliansi Masyarakat Kaltara.

Massa yang hadir diperkirakan belasan orang, sebagian besar memakai pakaian Islami dan sebagian lagi massa yang didatangkan menggunakan mobil.

Aksi damai ini berlangsung, Selasa, 4 Mei 2021 sekira pukul 16.15 Wita di depan Tugu Dwikora Alun-Alun Nunukan.

Sebelum berorasi, terlebih dahulu menyanyikan lagu Indonesia Raya sambil membentangkan spanduk bertuliskan narasi yang bernuansa SARA.

Korlap Aksi Damai ini adalah Dedi Rahman didampingi seorang yang mengaku perwakilan ulama meminta kepada anggota DPR RI berinisial DS agar mengklarifikasi postingannya di media sosial facebook yang dianggap menyerang agama Islam.

“Saya minta kepada DS anggota DPR RI di Senayan sana agar mengklarifikasi postingannya di medsos yang menyerang agama. Kami dari Aliansi Masyarakat Kaltara minta agar memgklarifikasinya,” minta ulama yang dipanggil Habib itu.

Bahkan Dedi Rahman mengingatkan aparat kepolisian Kabupaten Nunukan apabila ada yang melaporkan postingan DS agar diproses secara hukum.

Hanya saja, saat sesi wawancara ditanyakan kenapa Aliansi Masyarakat Kaltara tidak melaporkan saja ke aparat hukum jika memang menyinggung agama Islam.

Lalu, kenapa baru dipersoalkan padahal postingan legislator DS ini pada Nopember 2020. Habib menyatakan baru mengetahui ada postingan semacam itu karena dirinya tidak memiliki akun facebook.

Kemudian saat ditanya perihal kenapa aksi ini digelar di Nunukan dan bukan di Tanjung Selor atau Tarakan saja.

Dedi Rahman beralasan bahwa sengaja melakukan aksi damai ini agar masif dan mengajak masyarakat Kabupaten Nunukan untuk bersikap terhadap postingan DS ini.

Aksi Damai di Tugu Dwikora Nunukan
Sekelompok warga mengatasnamakan diri dari Aliansi Masyatakat Kaltara meminta legislator DS mengklarifikasi postingannya di medsos

“Kami meminta kepada masyrakat Kabupaten Nunukan untuk turut menyikapi permasalahan yang dilakukan anggota DPR RI yang menyinggung agama Islam dalam postingannya di medsos,” seru Dedi.

Ketika ditanya soal narasi pada beberapa spanduk yang dibentangkan terkesan provokatif dengan kalimat “Kau Kucilkan Ulama Kami, Kamu Kucilkan Agama Kami” yang dicetak pada sejumlah baliho ukuran kecil.

Selanjutnya pada spanduk ukuran panjang sekira 2,5 meter, juga bertuliskan “Kalau Kamu Tidak Bisa Membela Agamamu, Maka Bungkus Dirimu Dengan Kain Kafan”, “Membela Agama Allah SWT adalah Harga Mati”, “Membela Agama Allah SWT adalah Hidup Mulia Mati Syarid”.

Bahkan masyarakat yang menyaksikan aksi damai yang membagi-bagikan takjil kepada pengendara yang melintas ini menengarai ada yang menunggangi. (***)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here