Pemulangan WNI tertahan COVID-19 di Sabah
Puluhan WNI/PMI pulang ke kampung halamannya setelah tertahan COVID-19 selama berbulan-bulan di Sabah, malaysia

Nunukan (BERANDATIMUR.COM) – Puluhan pekerja migran Indonesia (PMI) dan warga negara Indonesia yang tertahan di Sabah karena pandemi COVID-19 di Sabah, Malaysia tiba di Pelabuhan Tunon Nunukan, Kaltara, tiga orang diantaranya terdeteksi reaktif COVID-19.

Ketiga PMI ini akan diisolasi di kamar khusus di penampungan Rusunawa di Jalan Ujang Dewa Kelurahan Nunukan Selatan untuk pengawasan medis sekaligus menunggu pengambil sampel swabnya oleh Satgas Penanganan COVID-19 Nunukan.

Koordinator Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Nunukan, dr Baharullah di Nunukan, Sabtu, 21 Nopember 2020 menjelaskan ketiga PMI ini terdiri dua berjenis kelamin perempuan dan seorang laki-laki.

Ia menjelaskan ketiganya diketahui reaktif COVID-19 berdasarkan hasil rapid tes yang dilakukan terhadap seluruh PMI/WNI yang baru tiba di Pelabuhan Tunon Taka Nunukan. Puluhan PMI/WNI ini memang dilakukan pengawasan ketat dengan rapid tes karena tidak menjalani pemeriksaan kesehatan di Sabah, Malaysia sebelum pulang ke Nunukan.

“Memang ada tiga orang semuanya PMI yang kedapatan reaktif COVID-19. Ketiganya nanti akan diisolasi di Rusunawa sambil menunggu pengambilan sampel swabnya oleh tim gugus,” terang Baharullah.

Hanya saja, dia katakan meskipun ditemukan reaktif tetapi belum mutlak positif COVID-19. Sebab bisa saja bersangkutan mengalami kelelahan karena perjalanan jauh dari tempat tinggalnya di Sabah hingga Pelabuhan Tunon Taka dengan naik kapal.

Pemulangan WNI stranded di Sabah ke Nunukan
Petugas kesehatan dari Satgas COVID-19 Nunukan melakukan rapid tes saat tiba di Pelabuhan Tunbon Taka Nunukan, Sabtu (21/11)

Kedatangan PMI/WNI tersebut menggunakan kapal feri angkutan resmi Purnama Ekspres yang sengaja menjemput di Pelabuhan Tawau, Sabah.

Sekaitan dengan kedatangan WNI/PMI ini, Kepala Bidang Pemberdayaan dan Perlindungan WNI BP2MI Nunukan, Arbain menjelaskan informasi awal yang diterima dari Konsulat RI di Tawau jumlah PMI/WNI yang akan pulang ke Nunukan sebanyak 331 orang. Terdiri dari 183 PMI yang habis masa kontrak kerjanya, 87 WNI starnded dan 61 pelajar.

Hanya saja jumlah PMI/WNI yang tiba di Pelabuhan Tunon Taka pada Sabtu (21/11) sebanyak 74 orang terdiri dari 55 PMI dan 19 WNI yang tertahan di Sabah karena pandemi COVID-19.

Mengenai 55 PMI tersebut selanjutnya akan ditampung sementara di Rusunawa sambil menunggu jadwal kapal yang akan berangkat ke Sulawesi Selatan. “Jadi sebelum dipulangkan kami akan karantina dulu di Rusunawa sambil menunggu jadwal kapal yang berangkat ke Sulawesi (Selatan),” ujar Arbain.

Sedangkan 19 WNI yang tertahan pandemi COVID-19 akan diserahkan kepada keluarganya. Sebab, WNI “stranded” ini tidak menjadi jaminan BP2MI untuk memulangkan ke kampung halamannya.

Salah seorang WNI “stranded” bernama Adolfina Toding Rante (70) asal Tator Sulsel, di Pelabuhan Tunon Taka menuturkan berangkat ke Sabah untuk menghadiri resepsi pernikahan anak kandungnya pada Februsari 2020.

Pada saat hendak pulang ke kampung halamannya melalui Pelabuhan Tunon Taka Nunukan tiba-tiba Pemerintah Malaysia melarang atau menutup pintu keluar ke Indonesia sehingga terpaksa tinggal selama sembilan bulan di negara itu.

Sebelumnya ada pemulangan bagi WNI yang tertahan karena COVID-19, tetapi dia katakan terlambat mendaftarkan diri di Konsulat RI Tawau. (***)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here