Nunukan (BERANDATIMUR.COM) –┬áSeiring musim kering yang melanda wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia di Kabupaten Nunukan Kalimantan Utara menyebabkan rawan terjadinya kebakaran hutan dan lahan.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mendeteksi melalui satelit adanya potensi karhutla di sejumlah daerah di Indonesia seperti Kalimantan Utara khususnya Kabupaten Nunukan.

Menurut Taufik Rahman, PMG Pertamq BMKG Nunukan, Jumat menyebutkan, peta harian tanpa hujan berturut-turut hingga 9 Agustus 2019 di seluruh Indonesia dianalisa hampir di sebagian besar wilayah Indonesia mengalami kekeringan terkecuali Papua dan sebagian kecil Sumatera Utara.

Terkait karhutla berpotensi terjadi pada sebagian besar Pulau Kalimantan termasuk Kabupaten Nunukan, Sumatera Barat hingga selatan, NTT dan NTB. Karhutla terjadi karena keadaan cuaca tanpa hujan berturut-turut dan kering.

Prajurit TNI AD Kodim 0911 Nunukan yang sigap memadamkan api saat kebakaran di lahan dekat SMPN Binusan Kecamatan Nunukan, Jumat (9/8)

Namun Taufik mengakui, cara kerja dan ada kriteria karakteristik sistim satelit yang dimilikinya biasanya tidak mampu mendeteksi secara dini titik api (hotspot) sehingga dibutuhkan sinergitas antar instansi apabila ada kejadian karhutla.

“Sehubungan ada kriteria dan karakteristik sistem kerja satelit yang tidak terdeteksi maka berkat sinergi atas stakeholder yang memberikan informasi,” harap Taufik.

Tujuannya, perlakuan tindakan dapat disamakan di lokasi kejadian. Meskipun demikian, BMKG Nunukan belum mendeteksi adanya titik api di daerahnya.

Seperti yang terjadi di Desa Binusan Kecamatan Nunukan tepatnya dekat SMPN telah terjadi kebakaran lahan. Kebakaran tersebut berhasil dipadamkan oleh prajurit TNI AD Kodim 0911 yang sigap turun dilokasi kejadian. (***)

Editor: M Rusman

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here