Penandatanganan MoU antara STAIN Majene dengan UMM Malang disaksikan Direktur Diktis Kemenag Ri Arskal Salim dan Rektor UMM Fauzan

Majene (BERANDATIMUR.COM) – Langkah nyata oleh STAIN Majene Sulawesi Barat dengan menandatangani memorandum of understanding (MoU) dengan Universitas Muhammadyah Malang (UMM), di Kapal Garden Hotel di Jalan Raya Singkaling Nomor 188 Singkaling Mulyoagung, Malang Jawa Timur, Senin, 15 Juli 2019.

Penandatangan MoU kedua perguruan tinggi ini dilakukan oleh Wakil Ketua Bidang Kemahasiswaan STAIN Majene Anwar Sadat dengan Dekan Fakultas Agama Islam UMM Malang Tobrani.

Hadir menyaksikan Rektor UMM Malang Fauzan dan Direktur Diktis RI Arskal Salim.

MuO dibidang pendidikan dan pengajaran, penilitian dan pengembangan, serta pengabdian pada masyarakat (Tridarma Perguruan Tinggi) itu dilaksanakan disela-sela pelaksanaan seminar nasional yang menghadirkan Key Note Speaker Arskal Salim, Direktur Diktis Kemenag RI.

Dalam acara seminar tersebut Arskal Salim menyampaikan enam arah pengembangan PTKIN ke depan, diantaranya tentang perluasan akses kendali. Hal ini penting karena jumlah APK masih rendah yakni 30 persen.

“Namun disaat yang sama kita batasi pula penerimaan mahasiswa prodi yang sudah overload, misalnya PAI. Untuk itu kita akan arahkan pengembangan profesional guru, hal tersebut bertujuan untuk membekali guru di daerah yang harus menyusuaikan kompetensinya,” jelas Arskal Salim.

Selain itu, Arskal Salim juga mengharapkan peningkatan mutu akreditasi kelembagaan tahun 2020 sampai dengan tahun 2024 dari nilai B menjadi nilai A. Begitu juga peningkatan kualifikasi dosen melalui program 5.000 doktor, karena ke depan akan ada regulasi di mana magister tidak bisa lagi mengajar di strata satu.

Masalah akselerasi percepatan guru besar dan jurnal ilmiah bereputasi internasional tidak luput dari perhatian Direktur diktia Kemenag RI ini.

“Saat ini jurnal kita yang masuk ketegori sinta 2 baru sekitar 30-an, sementara sinta 1 sengat terbatas jumlahnya,” tegas Arskal Salim.

Dalam sambutan Rektor UMM Malang Fauzan, menyampaikan hingga saat ini pendidikan tinggi masih merupakan pilar utama dalam membangun etika moralitas kebangsaan. Oleh karena itu perguruan tinggi tidak boleh hanya sukses untuk dirinya sendiri, tetapi lembaga pendidikan tinggi harus dapat menunjukkan konstribusinya dalam upaya merawat kehidupan berbangsa dan bernegara.

Sedangkan Wakil Ketua III STAIN Majene Anwar Sadat, memaparkan kebijakan pendidikan agama Islam di STAIN Majene dengan mengedepankan pendidikan berwawasan washatiyah.

Lanjut Anwar Sadat menyampaikan potensi lembaga pendidikan tinggi Islam di Sulawesi Barat dalam mengawal anak-anak bangsa untuk menjadi muslim hanief yang tetap konsisten dengan ajaran Islam. Namun secara bersamaan tetap dapat menjaga keutuhan berbangsa dan bernegara dalam konsep keber-Islam-an yang moderat.

“Komitmen pada nilai kebangsaan adalah bagian yang sangat penting dari karakter yang harus dimiliki oleh mahasiswa saat ini untuk menyambut generasi emas Indonesia. Profil mahasiswa yang komitmen pada ke-Islaman dan ke-Indonesiaan menjadi sebuah keharusan,” tegas Anwar Sadat. (*)

Reporter: Almadar Fattah
Editor: M Rusman

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here