Oli Kendaraan Selundupan dari Malaysia Diangkut Tengah Malam. Ada apa?

0
61
Nunukan (BERANDATIMUR.COM) – Oli kendaraan bermotor produksi Malaysia selama ini banyak dipasok ke Kabupaten Nunukan Kalimantan Utara melalui Pulau Sebatik.
Namun masuknya oli asal negeri jiran ini disinyalir selundupan karena kemungkinan besar tidak melalui jalur resmi atau area kepabeanan bea cukai setempat.
Pantauan pada Jumat (12/7) dini hari sekira pukul 01.00 wita lima buah mobil terdiri empat truk dan satu mobil box diturunkan di Kandang Babi Kelurahan Selisun diangkut menggunakan kapal tangker dari Pelabuhan Bambangan Kecamatan Sebatik Barat.
Mobil yang mengangkut oli asal Malaysia ini ketika terpantau berpura-pura masuk di sebuah gudang semen di Jalan Antasari Kelurahan Nunukan Tengah dengan alasan berteduh.
Mobil truk warna kuning ditutup dengan terpal warna hitam ini memuat 40 kardus oli merek 2T “Yamalube” yang didrop ke sejumlah toko bangunan di Pulau Nunukan.
Padli mengaku pemilik barang tersebut, Jumat, 12 Juli 2019 menerangkan, oli tersebut dibeli di salah satu toko di Desa Ajikuning Kecamatan Sebatik Tengah. Namun saat ditanya nama toko tempat membeli produk-produk Malaysia menolak menyebutkannya.
Bahkan Padli mengaku punya nota bukti pembelian barang-barang tersebut tetapi nota yang dimaksud tidak diperlihatkannya.
Ia juga menyatakan, produk-produk Malaysia yang diangkut tengah malam itu dianggapnya legal karena selama perjalanan dari Desa Ajikuning hingga Pulau Nunukan telah melalui pemeriksaan enam pos perbatasan yang dijaga TNI.
Kapal yang mengangkut empat mobil truk dan satu mobil box berisi produk Malaysia salah satunya oli kendaraan asal Malaysia dari Bambang ke Kandang Babi Kelurahan Selisun, Jumat (12/7) dini hari.
“Saya rasa barang-barang saya seperti oli dari Malaysia itu tidak ada masalah karena penjaga pos-pos perbatasan di Sebatik tidak mempermasalahkannya,” ujar Padli ketika ditemui di Toko Indah Jaya di Jalan Ahmad Yani Nunukan.
Hanya saja, Padli mengatakan, tidak mengetahui secara pasti apakah produk Malaysia yang diangkut pada malam tersebut ilegal atau legal.
Bukan hanya oli yang diangkut dalam mobil tersebut tetapi ada beras, tepung, minyak goreng dan lain-lainnya.
Sekadar diketahui, kelima mobil truk dan box yang turun di Kandang Babi tersebut diantaranya terpantau secara jelas.
Mobil box berhenti pada salah rumah di Jalan Lumba-Lumba, mobil truk warna kuning Jalan Pangeran Antasari belakang Kantor Capil dan Kependudukan Kabupaten Nunukan.
Mobil truk warna kuning berisi oli, tepung, minyak goreng, beras dan lain-lainnya milik Padli.

Editor: M Rusman

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here