Sejumlah warga berkerumun di depan gubuk Kaco Tendeng. Foto: Almadar Fattah
Polewali Mandar (BERANDATIMUR.COM) – Pria bernama Kaco Tendeng sehari-harinya menghabiskan waktu pada gubuk yang berada di tengah kebun kakao dan sudah nyaris ambruk.
Kondisi kehidupan pada usianya ke-64 tahun ini mengisahkan kepiluan karena masa tua yang sangat memprihatinkan. Hidup dalam gubuk yang tak utuh dimana dindingnya terbuat dari papan dan atap yang menganga.
Dipastikan kala hujan, Kaco Tendeng basah kuyup. Entah bagaimana lagi tidur dalam keadaan basah. Padahal, masa tua harus dinikmati tapi tidak demikian dengan pria empat orang anak ini.
Nasibnya yang miskin nyaris tak terperhatikan oleh warga sekelilingnya karena tempat tinggalnya jauh dari keramaian di Lingkungan Pallis Kelurahan Batupanga Kecamatan Luyo Kabupaten Polewali Mandar Sulawesi Barat.
Tubuhnya yang kurus mungkin faktor usia dan kondisi kehidupannya yang diakuinya nyaris pula tak makan dalam sehari, tak membuat Kaco Tendeng minder dari tetamu yang datang mengunjungi gubuknya.
Hidup bertahun-tahun di gubuk tersebut dalam kondisi kehidupan serba kekurangan termasuk hampir tak memiliki pakaian ini menggugah hati Kapolsek Campalagian Iptu Mustakim.
Kaco Tendeng (64) duduk di pintu gubuknya. Foto: Almadar Fattah
Didampingi oleh Bhabinkamtibmas Aipda Zulkifli dan Babinsa Koptu Ridwan bersama Lurah Batupanga Darmawati mendatangi gubuk Kaco Tendeng tersebut pada Senin, 24 Juni 2019.
Kaco Tendeng yang biasa dipanggil Pua Haruna ini, menghabiskan waktunya bertahun-tahun di gubuk yang sudah miring nyaris tanpa dinding dan atap itu pasca diceraikan istrinya.
Ada kesan pria ini sengaja mengasingkan diri dari keluarga dan kerabatnya meskipun diakuinya sering didatangi oleh anaknya untuk diajak hidup bersamanya.
Tapi ajakan itu ditolaknya dengan memilih hidup pada gubuk reok itu seorang diri.
Kaco Tendeng mengaku punya empat orang anak yang telah berkeluarga yang tinggal jauh dari keberadaan. Yakni Haruna dan Dahlia yang tinggal di Silopo Kecamatan Binuang dan Labbai yang di Kalimantan Timur, serta Risman yang masih tinggal di Batupanga.
Salah seorang anaknya yaitu Risman menuturkan, selalu mengajak orangtuanya agar meninggalkan gubuknya yang tak laya huni itu. Tetapi Kaco Tendeng selalu menolak dengan berbagai alasan dan memilih untuk tetap tinggal di gubuk itu.
Iptu Mustakim mengatakan, kedatangannya pun untuk memberikan solusi bagi Kaco Tendeng untuk kehidupannya ke depan.
“Kalau Kaco Tendeng tetap bersikap keras tidak mau tinggalkan gubuk itu, saya bersama Bu Lurah kuatir karena semua bahan baku gubuk itu sudah mulai lapuk sehingga bisa mengancam jiwanya,” tegas Kapolsek Campalagian ini.
Ia menambahkan sebaiknya rumah Kaco Tendeng ini dirobohkan saja supaya tidak tinggal disitu lagi.
Untuk itu, dia berusaha terus membujuknya agar meninggalkan  gubuk itu karena anak dan kemanakan siap menampungnya.
Sedangkan Lurah Batupanga Darmawati mengatakan, Kaco Tendeng sudah beberapa kali diminta tinggalkan gubuknya tapi bersikeras tidak mau.
“Dari keterangan dan penyampaian anaknya serta kerabatnya selalu memanggil Kaco Tendeng untuk tinggal bersama, tapi lagi-lagi ia tidak mau,” ujar Darmawati.
Hasil konfirmasi via telepon seluler dengan Bhabinkamtibmas Batupanga, Aipda Zulkifli menyampaikan, perjuangan yang panjang membujuk Kaco Tendeng akhirnya rela dirobohkan gubuknya..
“Untuk sementara waktu tinggal bersama kemanakannya yang tidak jauh dari gubuk itu sampai dilakukan renovasi kembali gubuk itu menjadi rumah siap huni,” jelas Aipda Zulkifli. (*)

Reporter: Almadar Fattah
Editor: M Rusman

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here