Kabid Pemberdayaan Perempuan DP3AP2KB Nunukan, Ari Sugias Tuti
Nunukan (BERANDATIMUR.COM) -Seorang gadis berinisial R usia 17 tahun telah menjadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO) di Negeri Sabah Malaysia saat ini telah dipulangkan ke kampung halamannya oleh Dinas Sosial dan Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Nunukan Kalimantan Utara.
Hal ini dibenarkan oleh Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan DP3AP2KB Nunukan, Ari Sugias Tuti di Nunukan, Selasa. Ia mengatakan, korban langsung ditangani dan dipulangkan ke orangtuanya setelah dideportasi dari Malaysia.
Gadis tersebut menjadi korban calo yang mengiming-iminginya pekerjaan di restiran dengan gaji sebesar 1.000 ringgit Malaysia tanpa menggunakan dokumen keimigrasian. Padahal, perempuan tersebut mengenakan hijab dan cadar namun mudah tergiur kemungkinan faktor ekonomi keluarga pasca gempa Palu Sulawesi Tengah beberapa waktu lalu.
International Organization Migrant (IOM) juga mengaku telah menangani kasus TPPO dari Negeri Sabah ini dengan berkoodinasi instansi terkait seperti BP3TKI Nunukan, Dinas Sosial Nunukan, Dinas Sosial Palu dan lain-lainnya. Gadis belia tersebut telah dipulangkan ke Palu oleh BP3TKI Nunukan dan Dinas Sosial Kaltara.
Field Facilitator IOM Nunukan, Felicia Clarisa, Selasa mengaku telah menginterogasi korban TPPO ini namun tidak banyak yang dapat diperoleh informasi karena masih lugu dan pernyataannya berbelit-belit.
Namun Felicia menceritakan, korban adalah rekrutan seseorang bernama Aco di Kota Palu untuk dipekerjakan di Negeri Sabah pada restoran tanpa menggunakan paspor atau ilegal.
Korban ini berada di Kabupaten Nunukan bersama ratusan pengungsi dari Kota Palu pada Desember 2018 lalu. Felicia menyatakan, sesuai pengakuannya sebelum diseberangkan ke Tawau melalui Pulau Sebatik oleh seseorang yang menampungnya di Kabupaten Nunukan selama empat hari.
Felicia mengaku, tidak mengetahui oknum calo yang menyeberangkannya ke Tawau karena korban tidak mengetahui identitas dan alamatnya, “Tapi korbannya bilang rumah penampungan yang ditempati selama empat hari di Nunukan ini dekat dari pelabuhan,” beber dia.
Felicia menceritakan, informasinya korban akan dipekerjakan di wilayah Telupid namun sial tertangkap aparat kepolisian dalam perjalanan saat baru saja meninggalkan Tawau.
Ia pun mengatakan, mendapatkan informasi bahwa keluarga korban akan melaporkan kasusnya kepada aparat kepolisian Kota Palu. (***)

Editor: M Rusman

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here