Mahasiswa Universitas Bengkulu Ciptakan Alat Identifikasi Gangguan Kesehatan Melalui Mata

0
53

Bengkulu (BERANDATIMUR.COM) – Mahasiswa Jurusan Teknik Elektro Universitas Bengkulu menciptakan alat identifikasi gangguan kesehatan melalui iris mata yang disebut Health Forecasting (HF).

Munculnya karya mahasiswa ini menunjukkan semakin majunya teknologi yang sangat membantu dalam pelayanan kesehatan di rumah sakit.

Alat HF ini mengindetifikasi pra dan pasca gangguan kesehatan dengan konsep pengolahan citra digital melalui iris mata yang mampu mendiaknosis kesehatan tanpa operasi.

Cara kerjanya dengan mengambil gambar iris mata yang akan diolah dengan kecerdasan buatan (Artificial Intelligent) untuk proses data pada mini komputer. Alat ini tersusun beberapa bagian diantaranya layar, kamera, memori yang bertugas sebagai penyimpan data basis untuk keperluan analisis.

Hasil pemikiran yang dilakukan tiga mahasiswa Teknik Elektro Universitas Bengkulu bernama Ludi Juliansyah (angkatan 2015), Kopli Adma Jaya (2016), dan Kiang Santan (2017).

Ketiganya dinyatakan lolos sebagai penerima dana proposal Program Kreativitas Mahasiswa Bidang Karsa Cipta (PKM-KC) yang diikuti 3.200 tim yang diselenggarakan Kemenristekdikti usulan 2018 melalui, anggaran 2019.

Penelitian itu juga direspon dengan sangat baik oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Universitas Bengkulu Syahrial. “Saya sebagai Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan Universitas Bengkulu, sangat mendukung kegiatan PKM-KC terutama pada Teknik Elektro. Semoga sukses selalu dalam berinovasi untuk memberikan manfaat,” ungkap Syahrizal pada Selasa, 11 Juni 2019.

Dalam melakukan penelitian, tim HF PKM-KC juga didukung Klinik Syafakillah yang sangat mengapresiasi inovasi terbaru yang diciptakan mahasiswa jurusan Teknik Elektro Universitas Bengkulu ini.

“Saya sangat mengapresiasikan penelitian mahasiswa ini guna untuk memenuhi kebutuhan alat medis pada dunia kesehatan. Semoga hasilnya akan memberi dampak dan manfaat bagi dunia kesehatan,” ujar Nova, pimpinan Apotek Syafakillah dalam keterangannya beberapa waktu lalu.

Alat kesehatan identifikasi gangguan kesehatan melalui irisan mata yang diciptakan mahasiswa jurusan Teknik Elektro Univ Bengkulu.

Penelitian ini dibimbing oleh akademisi Indra Agustian dan didukung oleh Ketua Program Studi Teknik Elektro, Khairul Amri Rosa dan Wakil Dekan Fakultas Teknik, Afdhal Kurniawan Mainil.

Berikut penjelasan terkait alat yang dihasilkan tim HF PKM-KC:

Penjelasan Komponen Utama
1) Scan Mata
Terdapat dua kamera yang berfungsi sebagai pembaca irisan mata kiri dan kanan.
2) Posisi kamera
Kamera diletakan tegak lurus terhadap posisi mata dengan jarak minimal 2 cm dari mata ini bertujuan citra yang didapatkan dengan kualitas baik.
3) Posisi LCD
Seluruh komponen elektronik ditanamkan di bagian dalam HF dengan LCD touchscreen terletak di bagian depan untuk mengontrol kinerja HF.
4) Kamera
Kamera Logitech C930e dan ISP digunakan untuk mendeteksi citra irisan mata yang terlihat agar lebih jelas.
5) Raspberry Pi 3 B+
Mikroprosesor yang digunakan harus memiliki kecepatan data diatas 1.4 GHz untuk melakukan proses pengolahan data yang di ambil oleh kamera.
6) LCD
Tampilan interface yang digunakan untuk memudahkan output dan input dapat dikendalikan.
7) Power Suplay Raspberry Pi 3 B+
Power Suplay yang digunakan yaitu DC 5-12 volt untuk menjalankan fungsi dari masing- mas ing komponen elektronik.
8) Memori
Memori dipasang pada Raspberry Pi 3 B+ yang berfungsi sebagai tempat penyimpanan database. (*)

Penulis: Julheman
Editor: M Rusman

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here