Foto. Doc

Jakarta (BERANDATIMUR.COM) –  Sejak awal tahun 2019, posisi mata uang rupiah mengalami penguatan sebesar 0,73 persen terhadap dollar Amerika Serikat.

Berhasil bertengger pada posisi keempat hingga saat ini berkat kekuatan yang dimiliki mata uang Garuda tersebut. Dibandingkan mata uang lainnya di Benuq Asia.

Dilansir dari CNBC Indonesia, sepanjang pekan ini rupiah tidak bergerak karena pasar spot masih libur cuti bersama memperingati lebaran Idul Fitri 1440 Hijriyah.

Namun, rupiah menunjukkan kekuatannya pada pekan keempat bulan Mei kemarin.

Melihat kinerja rupiah sejak awal tahun, kinerja mata uang Garuda nyatanya tidak terlalu terpuruk dibandingkan dengan mata uang lainnya. Rupiah menempati peringkat ke-4 dibandingkan mata uang kawasan Asia lainnya.

 

Pada perdagangan terakhir sebelum pasar spot di tutup,  ada sesuatu yang membuat rupiah menguat, bahkan rupiah sempat menguat pada kisaran 1%. Adalah Standard and Poor’s (S&P) yang mengumumkan telah menaikkan peringkat surat utang pemerintah Indonesia dari BBB minus menjadi BBB.

Kali terakhir Indonesia mendapatkan peringkat BBB dari lembaga pemeringkat (rating agency) yang berkantor pusat di New York tersebut pada1995 atau 24 tahun yang lalu.

“Kami menaikkan peringkat utang sebagai cerminan kuatnya prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia dan kebijakan yang mendukungnya seiring perkiraan kembali terpilihnya Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Peringkat utang Indonesia akan terus didukung oleh utang pemerintah yang relatif rendah,” sebut keterangan tertulis S&P.

Menurut S&P, Indonesia memang layak mendapatkan ‘hadiah’ kenaikan rating. Dalam 10 tahun terakhir, rata-rata pertumbuhan ekonomi Indonesia adalah 4,1 persen. Jauh di atas negara-negara dengan peringkat utang yang sama yaitu 2,2 persen.

Sepanjang pemerintahan Jokowi, S&P juga memperkirakan defisit anggaran negara stabil rendah di kisaran 2 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).

Kabar gembira dari S&P tersebut menjadi obat kuat yang ampuh buat rupiah. Sebab, keputusan ini membuat arus modal asing mengalir deras ke pasar keuangan Indonesia.

Di pasar saham, investor asing membukukan beli bersih mencapai Rp1,43 triliun yang mengantar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 1,72 persen pada level 6.209.

Editor : M Rusman

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here