Kolam Renang “Putra Tunggal” Sebatik Telan Korban

0
245

Sebatik (BERANDATIMUR.COM) – Permandian berbentuk kolam renang di Desa Seberang Kecamatan Sebatik Utara Kabupaten Nunukan Kalimantan Utara menelan korban pada Minggu, 9 Juni 2019 sekira pukul 15.30 wita.

Seorang bocah berusia tujuh tahun atas nama Akil beralamat di Desa Binalawan Kecamatan Sebatik Barat menghembuskan napas terakhirnya setelah ditemukan tenggelam di kolam renang tersebut.

Keberadaan korban Akil di kolam renang (waterboom) itu untuk minggu terakhir masa liburan sekolah bertepatan pasca lebaran Idul Fitri 1440 Hijriyah bersama kakan dan neneknya.

Pengelola Kolam Renang Putra Tunggal tersebut, Anita mengakui, telah terjadi kecelakaan di kolam renang miliknya dengan korban seorang bocah bernama Akil.

Ia menyatakan, ketika kejadian sempat membawa korban ke puskesmas terdekat namun nyawanya tidak dapat diselamatkan.

Pada saat kejadian kata dia, suasana pengunjung sangat ramai. Korban bersama kakaknya sedang ditinggalkan oleh neneknya yang hendak sholat ashar.

“Neneknya mau pergi sholat, Akil dititip sama kakaknya dan tidak tau kalau Akil ikut di belakangnya berenang di kedalaman orang dewasa,” kata Anita saat di konfirmasi media ini.

Anita mengucapkan turut berduka cita atas musibah yang dialami korban. “Kami turut berduka atas kejadian ini,” ujar dia.

Pengunjung sedang menikmati liburan di wahana Kolam Renang “Putra Tunggal” yang terletak di Desa Seberang Kecamatan Sebatik Utara Kabupaten Nunukan. Di kolam ini seorang bocah tenggelam dan meninggal dunia akibat lepas pengawasan oleh keluarganya, Minggu (9/6).

Managemen Waterboom Berikan Santunan

Sehubungan musibah tenggelamnya korban (Akil) di kolam renang “Putra Tunggal” di Desa Seberang Kecamatan Sebatik Utara, managemen mengunjungi rumah duka dengan memberikan santunan.

Anita selaku pengelola waterboom ini menuturkan pada hari kejadian langsung mengunjungi rumah duka di Desa Binalawan Kecamatan Sebatik Barat.

“Tadi sore (Minggu) saya berasama management Waterboom ke rumah duka di Desa Binalawan, sekaligus menyerahkan santunan ke pihak keluarga,” beber Anita.

Ia berjanji akan terus membenahi sarana dan prasarana permandian yang dikelolanya khususnya masalah keamanan pengunjung anak-anak.

“Tentunya kami akan terus melakukan pembenahan sekaitan dengan pengawsan terhadap pengunjung khususnya anak-anak terutama saat menggunakan fasilitas kolam permandian,” tutur Anita.

Meskipun kata dia, telah menyediakan kolam anak anak. Pengawasan dianggap sangat penting belajar dari pengalaman atas kejadian yang menimpa bocah Akil.

Sistim pengawasan nantinya dengan menugaskan kepada petugas kolam, juga menghimbau kepada pengunjung agar ikut mengawasi fasilitas umum tersebut, terutama anak anak yang berada di kolam permandian.

“Ini yang terus menjadi perhatian kami, ketika melihat ada pengunjung membawa anak,” tutup Anita.

Penulis: M Taufik
Editor : M Rusman

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here