Juru bicara KPK Febri Diansyah. Foto: tribunnews.com

Jakarta (BERANDATIMUR.COM) – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bakal mengumumkan nama tersangka korupsi yang merugikan negara hingga triliunan rupiah pada Senin Sore, 10 Juni 2019.

Pengumuman nama tersangka akan dilakukan melalui konferensi pers. Kuat dugaan tersangka yang akan diumumkan ini berkaitan dengan kasus BLBI.

Sebagaimana dilansir dari Tribunnews.com informasi yang dihimpun, tersangka baru ini diketahui berdasarkan pengembangan perkara kasus korupsi yang merugikan RI hingga triliunan rupiah tersebut.

“Direncanakan sore ini akan kami umumkan penyidikan baru yang telah dilakukan KPK dalam sebuah perkara yang merugikan negara cukup besar dengan nilai triliunan rupiah,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah kepada wartawan, Senin, 10 Juni 2019.

Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korups (KPK) Alexander Marwata menyebut status pemilik Bank Dagang Negara Indonesia (BDNI) Sjamsul Nursalim sudah menjadi tersangka. Sjamsul dijerat dengan kasus korupsi Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI).

“Ya sudah (tersangka),” ucap Alex di Gedung Merah Putih KPK, Setiabudi, Jakarta Selatan, Selasa, 28 Mei 2019.

Penetapan tersangka terhadap Sjamsul Nursalim berdasarkan pengembangan dari perkara yang menjerat mantan Kepala Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) Syafruddin Arsyad Temanggung.

Alex mengatakan, meski Sjamsul Nursalim berada di Singapura, proses hukum terhadapnya bisa dilakukan dengan metode in absentia, atau tanpa kehadiran terdakwa dalam persidangan nanti.

“Bisa in absentia (terdakwa tidak di dalam ruang sidang) nanti,” ujar Alex.

Alex mengatakan, metode in absentia dilakukan pihak lembaga antirasuah terhadap Sjamsul Nursalim demi mengembalikan kerugian uang negara.

Pada kasus SKL BLBI terhadap BDNI yang menjerat Syafruddin, kerugian uang negara Rp4,8 triliun.

“Ya aset (Sjamsul) di Indonesia. Sekarang lagi dilacak oleh tim Labuksi KPK,” kata Alex. (*)

Editor: M Rusman

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here