Rumput laut Nunukan. Ekspor berikutnya diwacanakan pasca lebaran Idul Fitri 1440 Hijriyah. Foto: Doc

Nunukan (BERANDATIMUR.COM) – Rumput laut produksi warga Kabupaten Nunukan Kalimantan Utara diwacanakan diekspor lagi pasca lebaran Idul Fitri 1440 Hijriyah.

Sebagaimana diutarakan eksportir asal Malassar Sulawesi Selatan bernama HM Arif selaku Direktur PT Sebatik Jaya Mandiri (SJM) bahwa ekspor rumput laut Nunukan akan diekspor lagi setelah semua dokumen persyaratan teknis dinyatakan lengkap.

Terutama berberkaitan dengan sertifikat HACCP Perikanan dari Balai Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu Hasil Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan RI dan Surat Keterangan Perikanan (SKP).

“Insya Allah, setelah semua persyaratan teknis terpenuhi dan dokumen dinyatakan lengkap, kami kembali akan melakukan ekspor rumput laut usai lebaran,” tutur HM Arief.

Pengusaha perikanan yang juga merupakan keluarga dekat Aksa Mahmud tersebut menyampaikan tidak akan melakukan ekspor apabila belum memenuhi standar yang disyaratkan pemerintah melalui Badan Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu Hasil Perikanan KKP RI.

“Pada kegiatan ekspor perdana beberapa waktu yang lalu, pihaknya memang masih mendapatkan izin dari otoritas Karantina dengan hanya menunjukkan dokumen HACCP dan SKP dalam proses kepada petugas pada Pos Karantina Perikanan,” ungkap HM Arief.

Kebijakan tersebut dibenarkan oleh Kepala Pos Badan Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu Hasil Perikanan Wilayah Kerja Nunukan, Nugroho Sasongko Aji saat ditemui di kantornya beberapa waktu.

Nugroho menyatakan, kebijakan seperti ini memang dapat dilakukan untuk ekspor perdana. Tapi sesuai prosedur yang berlaku, kata dia, kebijaksanaan tersebut hanya berlaku satu kali saja.

Untuk ekspor selanjutnya, persyaratan harus sudah dilengkapi sesuai standar dan ketentuan yang berlaku, ujar dia.

Kepastian bakal mengekspor lagi rumput laut Nunukan, disampaikan Kepala Dinas Perdagangan Nunukan, Jabbar ketika memantau kegiatan di Gudang SRG Kelurahan Mansapa Kecamatan Nunukan Selatan pada 28 Mei 2019.

“Saat ini, pengusaha masih terus membeli rumput laut dari pembudidaya maupun pedagang. Tapi memang  dilakukan lebih selektif mengingat kualitas rumput laut mengalami penurunan akibat banyaknya lumut,” jelas Jabbar.

Saat ini, pengusaha atau pengepul hanya membandrol harga rumput laut di Kabupaten Nunukan pada kisaran Rp17.000 per kilo gram hingga Rp18.000 per kilo gram.

Hanya saja, harga dapat dinaikkan apabila pembudidaya dapat memperbaiki kualitasnya. Badawi memperkirakan bahwa kualitas panen rumput laut pasca lebaran akan membaik sehingga pihaknya baru akan memaksimalkan pembelian rumput laut setelah Hari Raya Idul Fitri.

Berdasarkan informasi, dokumen SKA (Surat Keterangan Asal) yang diterbitkan oleh Dinas Perdagangan Nunukan, telah dilakukan ekspor sebanyak dua kali masing-masing pertama sebanyak 62 ton  dan 61 ton tujuan Korea Selatan.

Bupati Nunukan, Asmin Laura Hafid melalui Kabag Humas dan Protokol, Hasan Basri Mursali menegaskan, perlunya kerja sama semua pihak agar pemasaran rumput laut produksi daerah itu berjalan lancar.

Termasuk pemberitaan di media massa agar tetap mengangkat informasi yang dapat memperlancar ekspor ke luar negeri sebagaimana yang telah berlangsung sebelumnya.

“Soal ekspor rumput laut Nunukan dibutuhkan kerja sama yang baik semua pihak termasuk peran media massa dalam mengangkat pemberitaran,” harap dia.

Hasan Basri juga membantah sekaitan pemberitaan media massa sebelumnya bahwa ekspor rumput laut tidak berjalan lancar atau stagnan. (***)

Editor: M Rusman
Sumber : Humas Pemkab Nunukan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here