Pemkab Nunukan Minta RSUD Perbaiki Pelayanan

0
64

Nunukan (BERANDATIMUR.COM) – Pemerintah Kabupaten Nunukan Kalimantan Utara meminta RSUD memperbaiki pelayanan karena berkaitan dengan kesejahteraan masyarakat.

Demikian disampaikan Bupati Nunukan Asmin Laura Hafid melalui Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan Yophie F Wowor pada saat menerima tim Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS), Senin, 20 Mei 2019.

Yopie menegaskan, kesejahteraan masyarakat harus didukung dengan pelayanan yang baik salah satunya aspek kesehatan.

Demi memperbaiki pelayanan pada RSUD itu, pemda membantu dalam hal kelengkapan alat kesehatan yang diperlukan.

Akreditasi rumah sakit adalah sebuah proses untuk melihat dan menilai secara langsung terkait pelayanan yang diberikan kepada pasiennya. Apakah telah memenuhi standar dan mutu, makanya tim surveyor melakukan penilaian selama empat hari untuk mendapatkan akreditasi sesuai standar yang dikeluarkan.

Tim surveyor akreditasi dari Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS) yaitu Nugroho Tjandra Wibisono, Sp.Rad, MM, drg. Pipiet Setyaningsih, Sp.Ort, MPH, Ns dan Ni Made Murtini, S.Kep.

Akreditasi RSUD Nunukan berlangsung selama empat hari yakni 20-23 Mei 2019.

Bupati Nunukan Asmin Laura Hafid (kedua kanan) saat bertemu tim akreditasi dari Kementerian Kesehatan RI di RSUD Nunukan, Selasa (21/5).

Laura meminta Direktur RSUD Nunukan (dr Dulman) segera memperbaiki segala sesuatu dengan cepat yang dianggap masih kurang sesuai catatan tim akreditasi.

Terutama mempersiapkan indikator- indikator penilaian karena efeknya banyak dan sangat luas sekali jika tidak dibenahi.

Ia menjelaskan, kewajiban rumah sakit dan puskesmas yang ada di Indonesia untuk mencapai target akreditasi paling lambat akhir 2019.

Laura menginginkan, RSUD Nunukan menjadi rumah sakit yang bisa dipercaya oleh masyarakat Nunukan khususnya di wilayah perbatasan.

Secara fisik dan bangunan RSUD Nunukan telah layak. Permasalahan yang dihadapi adalah peningkatan sarana dan prasarana, fasilitas termasuk juga SDM nya.

Bupati Nunukan menjanjikan memenuhi biaya pengadaan dari kekurangan tersebut.

Beberapa juga catatan yang sudah disampaikan oleh Tim Kemenkes RI masih perlu di benahi, ujar dia.

“Tentunya harus kita penuhi, dan sudah saya minta kepada Direktur Rumah Sakit beserta jajaran untuk beberapa hari ini segera di selesaikan, mungkin hanya karena kurang komunikasi atau persoalan waktu.

Namun dia akui beberapa hal teknis yang tidak bisa di selesaikan dalam jangka waktu tiga bulan terakhir.

Pelayanan RSUD Nunukan memang butuh waktu dan komitmen bersama agar pelayanannya menjadi baik. Sampai saat ini, pelayanan di rumah sakit tersebut masih banyak dikeluhkan masyarakat setempat.

Baik dalam hal pelayanan, profesionalitas, peralatan yang minim ditambah dengan kinerja tenaga medis yang dianggap kurang memuaskan.

Akibatnya, masyarakat Kabupaten Nunukan memilih berobat di negeri jiran Malaysia, Tarakan atau Makassar.

Editor : M Rusman
Sumber : Humas Pemkab Nunukan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here