General Manager PT Pelni Cabang Nunukan, Alex

Nunukan (BERANDATIMUR.COM) – Sehubungan kuota tiket untuk dua armada kapal telah habis maka PT Pelni Cabang Nunukan Kalimantan Utara mengajukan penambahan khusus mudik lebaran Idul Fitri 1440 Hijriyah/2019 Masehi.

General Manager PT Pelni Cabang Nunukan, Alex di Nunukan, Senin, 20 Mei 2019 membenarkan kuota tiket yang diberikan oleh PT Pelni pusat sebanyak 2.000 penumpang setiap armada telah habis terjual.

Sementara penumpang mudik masih bertambah sehingga PT Pelni setempat mengajukan penambahan sebanyak 3.000 penumpang setiap armada kapal miliknya.

Kedua armada kapal PT Pelni yang melayani pelayaran dari Pelabuhan Tunon Taka Kabupaten Nunukan adalah KM Lambelu dan KM Bukit Siguntang. Keduanya tujuan Pareppare, Makassar, Baubau dan NTT.

Alex mengungkapkan, penumpang mudik lebaran Idul Fitri di Pelabuhan Tunon Taka sebagian besar pekerja dari Negeri Sabah Malaysia, sehingga sulit diprediksi jumlahnya.

Untuk memaksimalkan pelayanan, maka PT Pelni Nunukan harus menambah kuota tiket meskipun terdapat dua armada kapal swasta yang turut melayani penumpang mudik di daerah itu.

Alex memprediksi puncak arus mudik lebaran tahun ini khusus pelayaran PT Pelni berlangsung pada 22 Mei 2019 pada pemberangkatan KM Bukit Siguntang dengan tujuan akhir NTT.

Lalu pemberangkatan KM Lambelu pada 27 Mei 2019 dengan tujuan Parepare, Makassar, Baubau dan juga terakhir di NTT.

Alex membantah informasi soal adanya penjualan tiket di atas kapal selama arus mudik. “Tidak ada penjualan tiket di atas kapal. Tiket hanya dijual di loket dan travel saja,” beber dia.

Pengangkutan penumpang mudik oleh armada PT Pelni hanya lima trip mulai 19 Mei 2019 menggunakan KM Lambelu dengan tujuan akhir pelayaran adalah Pelabuhan Baubau Sulawesi Tenggara.

Pada intinya, kata Alex, pelayanan PT Pelni tetap dimaksimalkan selama arus mudik lebaran ini demi kenyamanan dan keamanan penumpang.

Ia juga mengatakan, demi keselamatan dalam pelayaran maka pengawasan diperketat dengan digelar sweeping tiket di atas atas kapal sebelum meninggalkan Pelabuhan Tunon Taka.

Sweeping ini melibatkan petugas dari kepolisian, syahbandar, TNI AL dan PT Pelni sendiri.

Pemeriksaan ini tetap dilakukan meskipun telah dilakukan langkah yang sama pada saat memasuki pintu pelabuhan. Alasannya, diperkirakan masih ada calon penumpang yang mengaku pengantar yang lolos masuk di kapal yang berpotensi tidak menggunakan tiket. (***)

Editor: M Rusman

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here