PT Bugak Dinilai Tak Becus Kelola PLTMG Sebaung, Penyebab Pemadaman Listrik di Nunukan

0
65

NUNUKAN (BERANDATIMUR.COM) – Pasca Pemkab Nunukan Kalimantan Utara melihat langsung kondisi mesin pembangkit listrik tenaga mikro gas (PLTMG) di Sebaung Kecamatan Sebuku ternyata ditemukan mesin pembangkit telah lama rusak tanpa penanganan serius dari PT Bugak Brawang Cemerlang yang ditunjuk sebagai pengelola.

Kunjungan Asisten Ekonomi Pembangunan Pemkab Nunukan, Robby Nahak Serang di PLTMG Sebaung tersebut Sabtu, 18 Mei 2019 sebagai tindaklajut hasil pertemuan dengan PT PLN Ranting Nunukan beberapa waktu lalu di ruang kerjanya.

Hal ini terkait dengan terjadinya pengurangan pasokan listrik dari PLTMG Sebaung yang mengakibatkan terjadinya pemadaman secara bergilir di Kabupaten Nunukan sepanjang bulan suci Ramadhan 1440 Hijriyah.

Robby mengungkapkan, setelah melihat langsung kondisi mesin PLTMG Sebaung maka perlu penanganan yang cukup serius dari PT PLN maupun dukungan dari pemerintah daerah.

Dimana kondisi kerusakan yang terjadi sudah berlangsung cukup lama dan berulang-ulang dan tanpa ada solusi dari pengelola PLTMG yang ada di Sebaung yaitu PT Bugak Brawang Cemerlang.

“Ini kita dapat melihat dari progres perbaikan yang dilakukan di Sebaung tidak ada, sehingga perlu dilakukan evaluasi secara menyeluruh dilakukan oleh PT PLN,” ungkap dia.

Dari hasil kunjungan yang diperoleh di lapangan diketahui bahwa terdapat tujuh unit mesin dengan kapasitas masing-masing satu Mega Watt (MW) yang beroperasi saat ini ternyata hanya tiga mesin yang berfungsi normal.

Sedangkan dua unit mesin mengalami kerusakan yang cukup berat dan dua  ainnya dalam masa pemeliharaan berkala.

“Semestinya PT Bugak Brawang Cemerlang juga menyiapkan mesin cadangan untuk mengantisipasi terjadi kerusakan atau pemeliharaan mesin seperti yang terjadi saat ini,” tegas Robby.

Asisten Ekonomi Pembangunan Pemkab Nunukan, Robby Nahak Serang saat meninjau mesin pembangkit di PLTMG Sebaung, Sabtu (18/5). Foto: Humas Pemkab Nunukan

Sehuhungan dengan kondisi ini, Pemerintah Daerah meminta kepada PT PLN untuk keberadaan mesin PLTMG oleh PT Bugak Brawang Cemerlang dilakukan evaluasi dan diberikan penegasan terhadap mitra kerjanya tersebut untuk kontrak kerja sama yang bakal dilakukan pada masa mendatang.

Robby mengaku mendapatkan infoemasi PT Bugak selaku mitra kerja PT PLN tersebut tidak profesional dalam pelaksanaan kontrak kerja sama dalam hal pengelolaan manajemen perusahaan.

Menurut dia, jika tidak dilakukan langkah kongkrit terhadap permasalahan PLTMG Sebaung ini maka dipastikan ke depan akan terjadi hal yang terus berulang-ulang.

Ia mengaku kecewa dengan kondisi mesin yang dioperasionalkan saat ini tidak terlihat lebih baik jika dibandingkan dengan kondisi tiga tahun sebelumnya.

Hal ini akan berdampak terhadap kebutuhan masyarakat Kabupaten Nunukan dan pelayanan yang tidak akan maksimal. Mengingat kebutuhan listrik terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun, sementara kondisi penyuplai aliran listrik tidak profesional.

Kebutuhan listrik di Kabupaten Nunukan saat ini telah mencapai 11 MW sedangkan kemampuan PT PLN Ranting Nunukan melalui PLTD Sei Bilal hanya mampu menyediakan 5 MW dan PT Bugak sebanyak 3 MW. Berarti masih kekurangan 3 MW lagi.

“Pemerintah Daerah akan membahas lebih lanjut persoalan tersebut secepatnya dengan melibatkan PT PLN Ranting Nunukan, PLN Cabang Berau, PLN Rayon Balikapapan, PT Bugak Brawang Cemerlang, PT Pertamina, Kementrian BUMN dan Kementrian ESDM dalam waktu yang tidak terlalu lama,” beber Robby lagi. (***)

Editor: M Rusman
Sumber : Humas Pemkab Nunukan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here