Gubernur Kaltara, Irianto Lambrie saat meninjau salah satu kegiatan masyarakat. Foto: Humas Pemprov Kaltara
TANJUNG SELOR – Indeks Pembangunan Desa (IPD) Provinsi Kalimantan Utara pada 2018 di
mencapai 46,17 dengan jumlah 447 desa terdiri dari 273 kategori tertinggal atau 61,07 persen dan 164 kategori bekembang atau 36,69 persen serta 10 kategori mandiri atau 2,24 persen.
Gubernur Kaltara, Irianto Lambrie melalui pesa tertulisnya, Rabu, 15 Maret 2019 menyampaikan hasil rilis Badan Pusat Statistik (BPS) rata-rata nilai indeks setiap dimensi, Kaltara memiliki IPD tertinggi pada dimensi penyelenggaraan pemerintahan dengan nilai 67,18.
Hanya saja, rata-rata indeks terendah pada dimensi kondisi infrastruktur sebesar 30,30. “Untuk dimensi pelayanan dasar nilai rata-rata indeks sebesar 41,33, dimensi aksesibiltas atau transportasi sebesar 59,63 dan dimensi pelayanan umum sebesar 67,18,” jelas Irianto.
Berdasarkan data tersebut, kabupaten yang memperoleh IPD tertinggi di Kaltara adalah
Bulungan dengan nilai 56,88 dari 74 desa. “Meskipun nilai indeks rata-rata Bulungan tertinggi, namun di kabupaten ini desa yang masuk dalam kategori mandiri masih lebih sedikit daripada Malinau,” ungkap dia.
Dari 74 desa di Kabupaten Bulungan, hanya 2 desa yang masuk dalam kategori
mandiri, sedangkan Kabupaten Malinau ada 6 desa yang masuk kategori mandiri.
Sementara di Kabupaten Nunukan menjadi kabupaten dengan nilai rata-rata IPD paling rendah di Provinsi Kaltara. Selain itu, kabupaten ini juga menjadi satu-satunya kabupaten di
Kaltara yang belum ada desa berkategori desa mandiri.
Bahkan, dari 232 desa yang ada di Nunukan, sebanyak 182 desa masuk dalam kategori desa tertinggal, sementara sisanya masuk dalam kategori berkembang.
Editor : M Rusman
Sumber : Humas Pemprov Kaltara

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here