Anak TKI sedang belajar pada salah satu Community Learning Center (CLC) di Negeri Sabah. Foto: doc

Tawau (BERANDATIMUR.COM) – Konsulat RI Tawau Negeri Sabah Malaysia terus berupaya meningkatkan kesadaran bagi warga negara Indonesia (WNI) yang bekerja di wilayah kerjanya agar memperhatikan pendidikan bagi anak-anaknya  dan menghindari pernikahan dini.

“Setiap tahun selalu dapatkan laporan para TKI menikahkan anaknya masih di bawah umur,” beber Konsul RI Tawau Negeri Sabah, Sulistijo Djati Ismoyo melalui Konsul Penerangan, Sosial dan Budaya (Pensosbud), Firma Agustina, Minggu (28/4).

Hal ini disebabkan oleh faktor pemahaman soal pendidikan yang masih rendah dan pengaruh lingkungannya, kata dia melalui siaran tertulisnya.

Sehubungan dengan upaya pemerintah meningkatkan pendidikan bagi anak-anak TKI dengan mengutus guru bina pada setiap sekolah anak Indonesia di Negeri Sabah menandakan tingginya perhatian.

Sebab saat ini pendidikan bagi perempuan dan laki-laki telah disetarakan sehingga tidak ada alasan bagi WNI yang bekerja di wilayah kerja KRI Tawau tidak menyekolahkan anaknya.

Tentunya terkait dengan upaya meningkatkan kualitas dirinya sehingga KRI Tawau terus mendorong TKI agar anak-anaknya tidak putus sekolah yang berujung pada pernikahan dini.

Firma mengungkapkan, pernikahan dini bagi anak-anak TKI di Negeri Sabah disebabkan kurangnya akses pendidikan ditambah kesadaran yang rendah.

Oleh karena itu, dia terus berupaya meningkatkan pemahaman kepada TKI agar menyekolahkan anak-anaknya melalui sekolah anak TKI atau community learning center (CLC) terdekat.

Langkah yang ditempuh KRI Tawau agar anak-anak TKI melanjutkan pendidikan adalah pemberian bantuan beasiswa tingkat SMA yang berprestasi.

Lalu, menggelar perlombaan bidang akademik dan bakat sebagai ajang menunjukkan potensi bagi anak-anak TKI tanpa pandang gender.

“Upaya penanggulangan kami adalah perlombaan bidang akademik dan bakat untuk menunjukkan potensi anak-anak TKI tanpa pandang gender,” ujar Firma.

Langkah lain yang dilakukannya adalah mengsosialisasikan dan melakukan pendekatan kepada orangtua (TKI) tentang pentingnya pendidikan tanpa pandang jenis kelamin serta program beasiswa pemerintah dan Sabah Bridge bagi anak-anak yang berprestasi dan membutuhkan.

Perjuangan Pemerintah untuk mendorong anak-anak TKI perempuan mendapat hak pendidikan yang sama akan terus dilakukan, kata Firma, karena yakin perempuan memiliki potensi dan kemampuan yang tidak kalah dengan laki-laki apabila mereka diberi kesempatan dan dorongan. (***)

Penulis : M Rusman

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here