Mbak Tutut Ceritakan Kedekatan Pak Harto Pada Pesantren dan Ulama

0
98

Jakarta (BERANDATIMUR.COM) – Putra putri almarhum Presiden Suharto menghidupkan kembali kedekatannya pada pesantren dan ulama dengan melakukan kunjungan dan silaturahmi.

Hal ini sesuai dengan amanat Presiden RI kedua semasa hidupnya sehingga putra putrinya menjalankannya kebiasaan ayahnya dengan mengunjungi sejumlah pesantren dan ulama di Jawa Timur.

Seperti yang dilakukan Mbak Tutut Suharto dengan meluangkan waktu mengunjungi alim ulama dan para santri di berbagai pesantren.

Kenyataan itu dibeberkan Mbak Tutut kepada awak media pada sebuah pertemuan informal di rumah Kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (28/3).

Menurut Mbak Tutut, kebiasaan Pak Harto itulah yang membuat almarhum memiliki kedekatan dengan berbagai ulama dan pesantren yang mereka pimpin, saat mengemban amanat sebagai presiden.

Salah seorang kyai yang dikenal sangat dekat dengan Pak Harto adalah KH Muhammad Ma’sum, Pendiri dan Pembina Pondok Pesantren Al-Ishlah, Bondowoso, Jawa Timur.

“Sebagai wujud meneladani almarhum Bapak pula, maka perjalanan mengunjungi beberapa pesantren di Jawa Timur ini kami lakukan,” kata Mbak Tutut.

Bersama adiknya Siti Hutami Endang Adiningsih atau Mbak Mamiek, rombongan Putri sulung Pak Harto itu akan mengunjungi pula Pesantren Tambak Beras di Jombang dan Pondok Pesantren Al Kamal di Blitar.

Sebagaimana diketahui masyarakar luas, Pak harto semasa hidupnya rajin melakukan kunjungan incognito atau blusukan ke berbagai pesantren.

Bedanya, saat itu Pak Harto tidak pernah membawa rombongan kru media dan kru televisi.

Misal, saat Pak Harto bersilaturahmi ke Pesantren Tebuireng, Jombang, dalam rangkaian kunjungan incognito beliau menuju pesantren pada 1970.

Pak Harto sempat singgah di Desa Sentul Kecamatan Tembalang Jombang untuk menyaksikan proyek bimas setempat.

Kala itu, Pak Harto melihat sebuah pameran hasil bumi dan kerajinan yang digelar penduduk. Momen itu bisa dilihat dalam gambar di Museum Purna Bhakti Pertiwi.

Pesantren pertama yang dikunjungi Pak Harto saat itu adalah Pesantren Bahrul Ulum Tambak Beras Tambakrejo Jombang.

Pesantren ini didirikan Kyai Haji Abdus Salam, pengikut Pangeran Diponegoro yang dikenal dengan nama Mbah Soichah pada tahun 1825 atau di masa akhir Perang Jawa.

Dari pesantren ini tampil KH Abdul Wahib Wahab yang menjadi Menteri Agama era Presiden Soekarno. Di pesantren ini pula, dulu KH Abdurahman Wahid (Gus Dur) pernah menimba ilmu.

Pada rangkaian kunjungan itu Pak Harto juga bersilaturahmi ke Pesantren Darul Ulum, Rejoso, dan Pesantren Mambaul Maarif di Denanyar, serta Pesantren Tebu Ireng.

Pesantren Tebu Ireng adalah pesantren terkemuka didirikan KH Hasyim Asy’ari pada tahun 1899. Bisa dibilang itulah induk pesantren-pesantren di Jawa Timur.

Sejumlah tokoh penting dalam dunia politik Indonesia lahir dari pesantren ini, diantarnya KH Wahid Hasyim, KH Yusuf Hasyim, KH Abdurahman Wahid, dan KH Solahudin Wahid.

#IndonesiaBerkarya
#PartaiBerkarya
#Berkarya
#SaungBerkarya
#EkonomiKerakyatan
#HutomoMandalaPutra
#TututSoeharto

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here