Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Nunukan, Sabaruddin di ruang kerjanya, Senin (18/3).

Nunukan (BERANDATIMUR.COM) – Sebanyak enam penderita penyakit HIV pada 2018 di Kabupaten Nunukan Kalimantan Utara terpaksa meregang nyawa alias meninggal dunia.

Demikian diungkapkan Sabaruddin, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Nunukan, Senin (18/3).

Ia mengakui, sepanjang 2018 jumlah penderita penyakit HIV di daerahnya sebanyak 33 kasus (orang) atau meningkat dibandingkan tahun 2017 hanya 24 orang.

Namun peningkatan temuan kasus tersebut bukan berarti jumlah penderita mengalami kenaikan. Sebab proyeksi dari Kementerian Kesehatan bagi Kabupaten Nunukan sebanyak 200 lebih kasus.

“Jadi peningkatan temuan jumlah kasus penderita HIV di Kabupaten Nunukan karena kinerja bukan karena kenaikan jumlah penderita,” beber Sabaruddin.

Sabaruddin menjelaskan, tidak mengetahui alasan Kementerian Kesehatan memproteksi penderita penyakit HIV di Kabupaten Nunukan sampai 200 orang lebih karena tidak melibatkan pemda setempat.

Korban meninggal dunia tersebut disebabkan telah masuk fase penyakit AIDS karena kurangnya perhatian dari penderita bersangkutan memeriksakan diri.

Menurut dia, Dinas Kesehatan setempat belum mampu menjangkau secara menyeluruh tempat-tempat yang dianggap rentan penularan penyakit ini.

Sabaruddin mengungkapkan pula bahwa pada 2018 jumlah penderita yang ditemukan sebanyak 33 orang terdiri dari 23 jenis kelamin laki-laki dan 10 perempuan.

Dari 33 orang tersebut masing-masing kelompok homoseksual (4), heteroseksual (27) dan kalangan ibu-ibu dan anak ada dua orang.

Menyinggung soal penderita yang ditemukan ini, sebagian diantaranya telah berumah tangga sehingga dipastikan suami, istri dan anaknya terjangkit penyakit mematikan ini.

Penderita yang terdeteksi ini, kata dia, memeriksakan diri secara sukarela di puskesmas.

Sementara upaya mencegah merebaknya penyakit HIV belum mampu dilaksanakan secara maksimal sehubungan sulitnya langsung memeriksa kepada individu sebelum dikonseling terlebih dahulu.

Sabaruddin mensinyalir, tempat hiburan malam dan lokalisasi rentan terjangkitnya penyakit HIV.

Namun Dinas Kesehatan setempat tidak bisa terlalu jauh mengintervensi karena perlu melalui prosedur terlebih dahulu melalui tahapan yang ditentukan.

Ciri-ciri penderita HIV adalah diawali dengan infeksi dan demam tinggi selama sepekan berturut-turut.

Lalu seluruh persendian sakit, nafsu makan menurun dan munculnya kelenjar getah bening.

Setelah itu, kondisi tubuh penderita akan kuat kembali karena virus HIV membangun kekuatan sehingga 5-6 tahun kemudian muncullah penyakit AIDS. (*)

Editor : M Rusman

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here