TKI Ini Berkisah Diceraikan Istrinya Saat Dipenjara Gara-gara Sabu-Sabu

0
153

NUNUKAN (berandatimur.com) – Seorang tenaga kerja Indonesia (TKI) yang diusir oleh Pemerintah Malaysia ke Kabupaten Nunukan Kalimantan Utara berkisah diceraikan iistrinya saat menjalani hukumannya di penjara gara-gara sabu-sabu.

“Saya diceraikan istri karena dipenjara gara-gara sabu-sabu pak,” cerita Taufik Muhammad (46) saat berada di Terminal Pelabuhan Tunin Taka Kabupaten Nunukan, Selasa (5/3).

Pria asal Kabupaten Tator Sulawesi Selatan ini menuturkan, dipenjara selama tujuh bulan di Tawau karena terjaring razia pendatang asing ketika sedang bersama empat rekannya.

Keempat rekannya ini berkewarganegaraan Filipina usai mengonsumsi sabu-sabu di Jalan Apas Batu 2 Tawau Negeri Sabah Malaysia.

Taufik menyatakan, pertama kali mengonsumsi barang haram itu akibat pergaulannya dengan warga negara Filipina sejak setahun lalu.

Aparat kepolisian memberikan wejangan kepada TKI deportasi di Terminal Pelabuhan Tunon Taka Kabupaten Nunukan, Selasa (5/3)

Ia menyesali perbuatannya sehingga berjanji tidak akan melakoni lagi perbuatan itu demi kelangsungan hidup kedua anaknya yang ikut sama mantan istrinya itu.

“Saya tidak mau lagi pak isap sabu-sabu,” tutur dia saat ditanya apakah masih berminat mengonsumsi sabu-sabu setelah di penjara dan diusir pulang ke Kabupaten Nunukan.

Taufik mengungkapkan, setelah menjalani hukuman di penjara banyak merenungi nasibnya termasuk dampak negatif yang dialami selama mengonsumsi sabu-sabu.

Ternyata tidak ada manfaatnya, ujar dia seraya menceritakan, masa-masa pergaulannya bersama warga negara Filipina yang mengajarinya mengisap sabu-sabu.

Pria yang tampak pucat dan kurus ini, saat tiba di Pelabuhan Tunon Taka mengenakan baju kaos oblong warna merah dengan celana pendek warna putih.

Sambil menjinjing kantongan plastik yang berisi dua lembar pakaiannya. Ketika diwawancara, tampak menggebu-gebu dengan suara agak nyaring itu terkesan sangat menyesali perbuatannya.

Terpaksa menerima resiko hidup karena diceraikan oleh istrinya. Ia mengaku, selama mengonsumsi sabu-sabu tidak pernah diketahui oleh istri dan kedua anaknya.

“Istri saya tidak tau kalau saya selalu isap sabu-sabu sama teman dari Filipina,” tutur dia.

Selama tiga tahun di negeri jiran Malaysia, Taufik bekerja sebagai buruh bangunan.

Ia pun mengatakan, tidak akan ke Malaysia lagi tetapi akan tinggal sama sanak keluarganya di Kabupaten Nunukan sambil mencari pekerjaan halal.

Warga negara Indonesia yang dipulangkan oleh Pemerintah Malaysia kali sebanyak 88 orang terdiri 81 laki-laki dan tujuh perempuan.

Kasus yang menjeratnya sehingga dipenjara berbulan-bulan adalah tidak memiliki paspor sebanyak 52 orang, kasus narkotika sebanyak 35 orang dan satu orang kasus kriminal. (***)

Editor : M Rusman

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here