Masuk Daerah Endemis, Pemkab Nunukan Lakukan Antisipasi Dengan “Gebug” DBD

0
66
Rapat koordinasi penanggulangan dan pengendalian penyakit DBD di Kecamatan Sebatik Barat Kabupaten Nunukan. Foto: Humas Pemkab Nunukan

NUNUKAN (berandatimur.com) – Kabupaten Nunukan Kalimantan Utara masuk daerah endemis penyakit menular demam berdarah dengue (DBD) maka pemerintah daerah setempat melakukan langkah antisipasi dengan Gerakan Bersama Pengendalian dan Penanggulangan (Gebug).

Hal ini mengingat penyakit yang disebabkan oleh nyamuk aides ini mulai marak akhir-akhir ini melanda daerah itu sehingga Pemkab Kabupaten Nunukan melakukan tindakan antisipasi pasca penemuan tujuh kasus di Kecamatan Sebatik Timur.

Keseriusan Pemkab Nunukan menanggulangi dan mengendalikan mewabahnya penyakit mematikan ini, maka digelar rapat koordinasi dengan menghadirkan seluruh instansi terkait termasuk kepolisian dan TNI di Kecamatan Sebatik Timur pada Rabu (20/2).

Pada rapat itu, Kepala Puskesmas Sebatik Timur, dr Dahrah menjelaskan, penyakit yang disebabkan nyamuk aides aegypti ini terbang dengan radius hingga 350 meter sehingga dapat menyerang manusia pada jarak jangkauan tersebut.

Ia juga meminta kepada masyarakat setempat agar tetap waspada meskipun rumah tempat tinggal bersih dan tidak didukung lingkungan sekitar yang tidak bersih. “Kita harus tetap waspada meskipun rumah kita bersih tapi lingkungan sekitarnya tidak bersih tetap bisa menyerang rumah yang bersih,” ujar Dahrah.

Untuk mengantisipasi hal ini, perlu kesadaran dan kepedulian semua warga yang berdomisili di lingkungan tersebut menjaga kebersihannya.

Sementara Kapolsek Sebatik Timur, AKP Susilo menegaskan, pencegahan yang lebih penting adalah menjaga kebersihan lingkungan dari genangan air yang menyebabkan kelembaban.

Jajaran Koramil Sebatik Timur telah melakukan langkah antisipasi dan pencegahan penyakit DBD dengan bergotong royong membersihkan saluran air dan gorong-gorong.

Hasil rapat tersebut disepakati setiap Rukun Tetangga (RT), perlu membentuk kader juru pemantau jentik (jumantik), menggalakkan kerja bakti lingkungan desa, pembentukan unit kesehatan sekolah (UKS). (***)

Editor    : M Rusman
Sumber : Humas Pemkab Nunukan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here