Laura Blusukan di Kampung Mamolo, Tindaklanjuti 3 Laporan Warga

0
133

NUNUKAN (berandatimur.com) – Menindaklanjuti sejumlah laporan dari warganya, Bupati Nunukan Kalimantan Utara Asmin Laura Hafid melakukan blusukan di Kampung Budidaya Rumput Laut Mamolo Kelurahan Tanjung Harapan Kecamatan Nunukan Selatan.

Blusukan tersebut dilakukannya demi mengecek sekaligus melihat langsung kondisi warganya yang dilaporkan banyak masalah agar diselesaikan dengan cepat.

Pada saat blusukan, Bupati Nunukan didampingi sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) yakni Kadis Kesehatan, M Toluliu, Kadis Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Raden Iwan Setiawan, Dinas Pendidikan, Sekretaris Dinas Perdagangan Hasan Basri dan Kadis Perikanan dan Kelautan Suhadi.

Bupati Nunukan, Asmin Laura Hafid saat blusukan di Perkampungan Rumput Laut Mamolo Kelurahan Tanjung Harapan Kecamatan Nunukan Selatan, Senin (4/2). Foto Humas Pemkab Nunukan

Asmin Laura Hafid saat blusukan di Kampung Mamolo yang terkenal dengan perkampungan budidaya rumput laut, Senin (4/2) menyatakan, laporan yang diterima berkaitan dengan tiga bidang.

Ketiga bidang dimaksudkan adalah  kesehatan, pendidikan dan kependudukan.

Bidang kesehatan berkaitan dengan penyakit gatal-gatal yang diderita ibu-ibu “pabbettang” atau pengikat rumput laut yang belum sempat tertangani dengan baik.

Asmin Laura Hafid mengajak, pekerja rumput laut agar memperhatikan kesehatan dan keluarganya dengan baik.

Menurut dia, meskipun bekerja tetapi menjaga kesehatan lebih penting. Pada saat “mabbettang” harus mengenakan sarung tangan dan rajin cuci tangan.

Bupati Nunukan Asmin Laura Hafid saat mengunjungi warga yang sedang mengikat rumput laut di Kampung Mamolo Kelurahan Tanjung Harapan, Senin (4/2). Foto Humas Pemkab Nunukan

Menyangkut bidang pendidikan, kata Asmin Laura Hafid, adanya anak-anak pekerja rumput laut yang dilaporkan putus sekolah.

Oleh karena itu, Laura sapaan Bupati Nunukan meminta kepada kepada orangtua agar anak-anak putus sekolah mengikuti pendidikan paket.

“Walaupun sibuk bekerja tapi jangan sampai anak-anaknya putus sekolah. Pendidikan harus dinomorsatukan,” harap dia.

Sedangkan pekerja rumput laut yang dikabarkan belum memiliki KTP elektronik Kabupaten Nunukan agar melengkapi berkas untuk didata.

Sesuai laporan yang diterima, kata Laura, masih banyak warga yang belum memiliki KTP elektronik utamanya yang berasal dari daerah lain.

Ia katakan, warga yang berasal dari daerah lain dan telah punya NIK (nomor induk kependudukan) harus mengantongi surat pindah domisili dari daerah asalnya.

“Untuk mendapatkan KTP Nunukan harus mempunyai surat pindah dulu. Saya minta asosiasinya untuk akomodir untuk di kumpul  datanya,” pinta Bupati Nunukan ini.

Ia menambahkan, apabila punya KTP dari daerah asalnya maka Pemkab Nunukan bersedia membantunya  menghubungi daerah asalnya terkait perekaman datanya.

“Ini merupakan bentuk perhatian Pemerintah yang senantiasa untuk memfasilitasi masyarakat kita khususnya para petani untuk mendapatkan hak-hak mereka,” ungkap Laura. (***)

Editor: M Rusman

Sumber: Humas Pemkab Nunukan

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here