Anggota KPU Bulukumba Divisi Teknis dan Penyelengara, Wawan Kurniawan di ruang kerjanya, Rabu (30/1)

BULUKUMBA (berandatimur.com) –  Dua calon anggota legislatif daerah pemilihan 4 Kabupaten Bulukumba Sulawesi Selatan diduga tidak mengundurkan dari jabatan publik.

Akibatnya terjadi reaksi di tengah-tengah masyarakat sebagai obyek (pemilih) pada pemilu 2019.

Kedua caleg tersebut dari Partai Gerindra berinisial “Su” dan “H Mus” dari Partai Nasdem.

Caleg “Su” adalah pendamping desa di Sulsel berdomisili di Kecamatan Herlang dan “H Mus” seorang guru honorer sertifikasi juga berdomisili di Kecamatan Herlang.

Sehubungan dengan hal ini ditanggapi Wawan Kurniawan, Divisi Teknis dan Penyelenggaran KPU Kabupaten Bulukumba di Bulukumba, Rabu (30/1) bahwa tidak tahu menahu jika ada caleg di Dapil 4 Bukukumba mencakup Kecanatan Kajang, Herlang dan Bontotiro yang masih menjabat di jabatan sebelunnya.

Ia katakan, posisi KPU Bulukumba pada saat tahapan pemasukan berkas caleg tidak diberikan kewenangan melakukan verifikasi faktual.

Jadi, sebelum penetapan nama caleg untuk bertarung pada pemilu legislatif 2019 KPU hanya sebatas melakukan verifikasi administrasi semata.

Setelah itu dibuka sanggahan terhadap semua caleg yang lolos berkas untuk ditanggapi oleh masyarakat.

Hanya saja, selama masa sanggahan tersebut tidak ada sanggahan terhadap kedua caleg di Dalil 4 Bulukumba ini yang ditengarai masih beraktivitas pada jabatan publiknya.

Berkaitan dengan dugaan kedua caleg ini masih menjabat pada jabatan publik, Wawan Kurniawan menganjurkan dilaporkan kepada Bawaslu Kabupaten Bulukumba sebagai lembaga penyelenggara pemilu yang punya kewenangan mengusutnya.

Wawan Kurniawan mengatakan, apabila benar Bawaslu menemukan bukti-bukti kuat bahwa kedua caleg ini tidak mengundurkan diri maka dipastikan KPU setempat akan dipanggil melakukan verifikasi.

Mengenai tindakan yang bakal ditempuh KPU setempat tergantung dari hasil verifikasi Bawaslu Kabupaten Bulukumba terhadap caleg “Su” dari Partai Gerindra dan “H Mus” dari Partai Nasdem.

Informasi yang dihimpun dari sejumlah masyarakat di daerah pemilihannya khususnya di Kecamatan Herlang disebutkan, keduanya masih sering beraktivitas selaku pekerjaan publik sebelumnya mendapatkan diri sebagai calon.

“Keduanya (caleg) diduga masih menikmati penghasilan dari uang negara khususnya APBN dan APBD,” ujar sejumlah warga.

KPU Bulukumba mencatat kedua nama caleg di Dapil 4 Bulukumba ini sebagai rujukan apabila benar telah terjadi pelanggaran aturan pemilu. (***)

Editor: M Rusman

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here