Eksportir Beberkan Rumput Laut Nunukan Dibelikan Rp20.500/Kg

0
113
NUNUKAN (berandatimur.com)  – Gonjang ganjing harga maksimal rumput laut pada tingkat pembudidaya di Kabupaten Nunukan Kalimantan Utara. Eksportir membeberkan dibelikan seharga Rp20.500 per kilo gram.
    Haji Arif, eksportir dari PT Buana Mandiri Sejahtera asal Kota Makassar Sulawesi Selatan di Pelabuhan Tunon Taka Nunukan, Kamis (17/1) mengutarakan, produksi rumput laut di Kabupaten Nunukan akan mengalami kemajuan apabila ekspor terus berlangsung.
    Hanya saja dia harapkan, pembudidaya senantiasa menjaga kualitas baik dari aspek kadar air maupun kebersihannya terutama pasca panen.
    Secara umum kadar air rumput laut di daerah itu antara 37 persen hingga 38 persen. Sementara keinginan importir di negara tujuan maksimal 34 persen.
Proses pemuatan kontainer yang berisi rumput laut yang akan diekspor ke Busan Korsel menggunakan ekspedisi Sinokor di Pelabuhan Tunon Taka Kabupaten Nunukan, Kamis (17/1). Foto: Rusman
    Akibat masih tingginya kadar air pada tingkat pembudidaya atau pengepul dari pengusaha lokal terpaksa dilakukan pengeringan kembali hingga sesuai standar ekspor.
     Haji Arif mengakui, pengeringan ulang tersebut tentunya volume berkurang dari awalnya.
    Mengenai harga pembeliannya, dia beberkan sebesar Rp20.500 per kilo gram. Namun tidak merinci apakah harga itu pada tingkat pembudidaya atau pengusaha lokal.
    “Harga pembelian kami sebesar Rp20.500 per kilo dengan kadar air 37 sampai 38 persen,” aku Haji Arif disela-sela pengangkutan perdana ke Busan Korsel.
    Ia juga menyinggung soal kuota atau permintaan importir di Korsel tidak terbatas. Bahkan keinginannya 1.000 ton setiap pekan.
     Sekaitan dengan stok rumput laut di Kabupaten Nunukan yang mencapai 3.000 ton sampai 4.000 ton setiap panen maka tentunya mencukupi permintaan importir yang dimaksudkan.
    “Saya pernah dikasi data dari Pemda Nunukan produksi rumput laut sampai 5.000 ton. Jadi mencukupi saja kalau importir mintanya banyak,” ujar dia.
    Pengiriman perdana tujuan Busan Korsel sebanyak tiga kontainer masing-masing berkapasitas 21 ton.
    Kontainer yang berisi rumput laut asal Kabupaten Nunukan telah disegel oleh karantina dan bea cukai sehingga tidak akan diolah lagi di dalam negeri.
Kontainer berisi rumput laut yang akan diekspor ke Korsel dalam keadaan tersegel menggunakan label karantina dan bea cukai di Pelabuhan Tunon Taka Kabupaten Nunukan, Kamis (17/1). Foto: Rusman
    Haji Arif mengungkapkan, kontainer tersebut transit di Surabaya Jawa Timur sebelum dikapalkan kembali ke negara tujuan.
    Asisten Bidang Ekonomi dan Pembangunan Pemkab Nunukan, Robby Nahak Serang pada kesempatan yang sama menyatakan, ekspor perdana rumput laut Kabupaten Nunukan adalah hasil dari kerja keras yang dilakukannya selama ini.
    Kesuksesan tersebut melalui lobi-lobi non formal dengan melibatkan Pemkab Nunukan dan unsur swasta, ujar dia.
    Ketika menanyakan antisipasi ketidakcukupan produksi apabila permintaan meningkat. Ia tegaskan, menjadi pemikiran bersama baik pemda, pengusaha lokal maupun pembudidaya sendiri.
    Upaya Pemkab Nunukan yang sukses menjalin kemitraan seyogyanya kesempatan ini dimanfaatkan dengan baik oleh masyarakat utamanya pembudidaya.

Selain meningkatkan produksi tentunya menjaga kualitas sebagaimana standar yang ditentukan oleh importir maupun eksportir.

“Kesempatan ini jangan disia-siakan makanya stok harus tersedia ditambah jangan lupa jaga kualitasnya juga,” kata Robby. (***)

Editor: M Rusman

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here