Bagaimana Nasib 27 Penghuni Lokalisasi di Nunukan Setelah Resmi Ditutup

0
109

NUNUKAN (berandatimur.com) – Setelah lokalisasi yang beralamat di Jalan Persemaian Kelurahan Nunukan Tengah Kabupaten Nunukan Kalimantan Utara resmi ditutup. Bagaimana nasib 27 penghuninya?

Bupati Nunukan, Asmin Laura Hafid melalui Sekertaris Daerah Kabupaten Nunukan Serfianus di Nunukan, Kamis (10/1) menyatakan, penutupan lokaslisasi ini adalah program nasional menuju Indonesia bebas lokalisasi prostitusi tahun 2019.

Sebelum dilakukan penutupan, kata dia, tim yang dibentuk telah mensosialisasikan kepada penghuni lokalisasi tersebut sejak tahun 2018.

Tahapan lainnya yang dilakukan adalah mengindentifikasi penghuni, assesmen dan memberikan pelatihan dan keterampilan berwira usaha.

“Ini bertujuan supaya eks penghuni lokalisasi dapat menyambung hidupnya dengan pekerjaan yang normal,” ujar Serfianus.
Pasca penutupan lokalisasi yang bernama “Lokalisasi Wanita Harapan Sadar” ini, Pemkab Nunukan akan memulangkan eks penghuni lokalisasi atau pekerja seks komersial (PSK) ke kampungnya masing masing.

Anggaran pemulangan ditanggung oleh Kementerian Sosial Republik Indonesia termasuk bantuan stimulan usaha, bantuan jaminan maupun transport lokal.

Sekdakab Nunukan, Serfianus saat memberikan sambutan kepada puluhan penghuni lokalisasi di Jalan Persemaian Kabupaten Nunukan sebelum resmi ditutup, Kamis (10/1)

“Semoga mereka dapat kembali kekeluarga mereka lagi, dapat hidup wajar dan mandiri sesuai norma yang berlaku didaerahnya nanti,” ungkap Sekdakab Nunukan sebelum resmi menutup lokalisasi yang telah beroperasi puluhan tahun itu.

Sesuai dengan namanya ‘Lokalisasi Wanita Harapan Sadar’, Serfianus mengharapkan, eks penghuninya menyadari diri dari kekhilafan masa lalu untuk berbuat yang terbaik di masa yang akan datang.

“Tidak ada kata terlambat sebelum nafas terpisah dari raga. Jadikan sisa hidup ini bermakna dan bermanfaat bagi anak, keluarga, masyarakat, bangsa dan negara,” kata dia.

Disisi lain, Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Kabupaten Nunukan Alis Suyono pada hari yang sama mengutarakan, sesuai hasil pendataan yang dilakukannya jumlah penghuni lokalisasi ini sebanyak 27 orang.

Ke-27 orang tersebut ber-KTP Kabupaten Nunukan sebanyak 13 orang dan sisanya berasal dari luar daerah itu.

Alis Suyono menyinggung masalah dana bantuan stimulan untuk usaha akan diberikan sebesar Rp5,5 juta setiap orang.

Sebenarnya, kata dia, dana yang dijanjikan Kementerian Sosial dicairkan Desember 2018 tetapi dana tersebut mendadak dialihkan untuk bantuan korban gempa Sulawesi Tengah.

Jadi Pemkab Nunukan masih menunggu pencairan selanjutnya langsung kepada rekening eks perempuan tuna susila (PSK) ini setelah masing-masing dibukakan buku rekening. (***)

Penulis : M Rusman

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here