TANGERANG (berandatimur.com) – Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (Menteri PPN), Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro mengklaim, kegiatan industri di Provinsi Kalimantan Utara saat ini sedang sepi.

Demikian diutarakan Bambang saat menghadiri seminar Green Building Energy Management 2018, di Universitas Multimedia Nusantara, Kabupaten Tangerang, Selasa (28/8).

“Kalimantan Utara (Kaltara) kegiatan industri ekonominya hampir nol kalau kita ingin menata industri, saya pikir harus diarahkan ke Kalimantan Utara. Ini harus dilakukan kenapa karena wilayah Kaltara sangat berpotensi menjadi pusat pengembangan industri,” ungkap Bambang pada seminar tersebut.

Bambang mengatakan, penyebab posisi Kaltara yang seperti itu adalah krisis listrik. “Kita sedang mengupayakan hal itu. Kita bicara soal suitable economy yang juga disandingkan dengan suitable social,” tuturnya.

Menteri PPN menambahkan, dalam perencanaan mengenai pengembangan Kaltara sebagai wilayah industri, pihaknya saat ini sedang mencari investor.

“Ya kita akan melihat mana, artinya gini kita ingin antara investor listrik dan investor industri itu nyambung karena tadi mereka harus bersama-sama. Nggak bisa salah satu maju duluan, nah itu yang kita lakukan mencari investor yang bisa terlibat di dua-duanya,” kata dia.

Ditambahkan Bambang, pemerintah pusat telah berupaya keras dalam rangka pengembangan rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) di Sungai Kayan Kabupaten Bulungan.

“Kita ingin sediakan listrik yang murah untuk dunia usaha, renewble energy. Di Jawa sudah sangat susah bikin bendungan besar, makanya kita akan kaji lagi potensi Sungai Kayan, mengingat di sana sudah kami rencanakan akan dibangun PLTA,” pungkasnya.

Sebagai informasi, Kaltara bersama Sumut dan Sulut yang ditawarkan Indonesia kepada para investor China dalam tindak lanjut KTT One Belt One Road (OBOR) pertengahan Mei 2017 lalu.

Nilai proyek yang ditawarkan pemerintah untuk tiga provinsi itu mencapai USD206,1 miliar dengan porsi terbesar yakni untuk Kaltara sebesar USD45,98 miliar.

Sebelumnya, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto juga pernah memaparkan posisi Kaltara menguntungkan karena terletak di lintasan laut perdagangan internasional.

Kaltara yang berada pada kawasan pusat ekonomi dunia masa depan dengan posisi wilayah berhadapan langsung dengan negara tetangga, Malaysia.

Kemudian, Kaltara merupakan wilayah pengembangan industri yang tertuang dalam Rencana Induk Pengembangan Industri Nasional (RIPIN) tahun 2015-2035. Area yang disebut Kawasan Industri dan Pelabuhan Internasional (KIPI) Tanah Kuning, yang berlokasi di Kecamatan Tanjung Palas Timur, Kabupaten Bulungan dengan luas lahan sekira 10.000 hektare.

Daerah ini berpotensi menjadi pusat pengembangan industri pengolahan mineral, kelapa sawit, kakao, dan perikanan. (***)

Editor: M Rusman

Sumber: Okezone.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here