Kabid Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perdagangan Kabupaten Nunukan, Hasan Basri

Nunukan (berandatimur.com) – Distribusi gas elpiji subsidi tiga kilo gram sulit tepat sasaran akibat pengecer menggunakan berbagai modus untuk mendapatkannya.

Meskipun dilarang digunakan masyarakat mampu atau kelompok menengah ke atas, tetapi sulit diawasi akibat banyaknya pengecer yang menjual bebas.

Sekaitan dengan distribusi gas elpiji subsidi yang tidak tepat sasaran tersebut, Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perdagangan Kabupaten Nunukan, Hasan Basri di Nunukan mengaku, pengawasan yang dilakukannya tidak efektif akibat banyaknya pengecer.

Pengecer inilah yang menjual tanpa melihat status masyarakat yang datang membeli ditambah pula banyaknya tabung kosong yang diperjualbelikan.

Ia mengaku, telah mengeluarkan aturan yang ditujukan kepada pangkalan gas elpiji subsidi tiga kilo gram agar membatasi pembelian maksimal dua tabung.

Namun pengecer ini dapat membeli pada sejumlah pangkalan karena motivasinya untuk dijual kembali. Nah, pengecer inilah yang menyebabkan distribusinya tidak tepat sasaran karena dijual kepada siapa saja.

Hasan Basri mengatakan, pangkalan telah dinstruksikan masyarakat yang datang membeli harus dimintai kartu miskin yang disebut salah satunya Kartu Indonesia Sejahtera (KIS).

Apabila tidak memperlihatkan kartu tersebut agar diberikan gaa elpiji non subsidi yang telah disediakan pemerintah.

Sehubungan dengan produksi gas elpiji non subsidi sendiri, Pemkab Nunukan akan mendistribusikan kepada pangkalan sehingga masyarakat yang membutuhkan memiliki alternatif.

Harapan lainnya, kata Hasan Basri, agar gas elpiji subsidi tiga kilo gram bisa tepat sasaran khusus bagi warga miakin dan pelaku UMKM. Sedangkan gas elpiji non subsidi diberikan kepada masyarakat yang tergolong mampu.

“Modus pengecer yang membeli pada banyak pangkalan inilah yang dianggap salah satu modusnya sehingga distribusi gas elpiji subsidi ini tidak tepat sasaran,” tandas dia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here